Segala yang kudengar, kurasa, dan kulihat ........
Heru Hastowo
Allahumma inni As-alukaa ridhaaka wal jannah ...
Afiliasi
PeNY@IR
Monday, October 09, 2006
Yang selalu mengira ajalnya tiba esok hari; tinggi badannya telah berhenti tumbuh sejak tulang-tulangnya yang tak pernah berhenti menua gagal menghafal saat penggantian penanggalan; berat badannya tak pernah ingin ia ketahui karena selalu kekurangan; sabar menghadapi diri sendiri dan pemaaf tapi pelupa; ingin jujur tapi senantiasa tergoda untuk berdusta bila tak menemukan ucapan yang pas untuk duka laranya; amat suka pada kesepian; dan seringkali sok serius menjalani hidupnya yang yang kembang kempis; dan tidak pernah terlibat tindak pidana tetapi merasa selalu diikuti oleh sepasukan intel dan sepasukan penembak jitu.
MENDAMBAKAN puisi yang bisa dibacakan oleh pengemis saat memohon sedekah di lampu merah; puisi yang diteriakkan buruh saat berdemonstrasi menuntut kenaikan upah; puisi yang disalin anak sekolah ke dalam secarik kertas kemudian diselipkan di saku untuk diam-diam dibaca saat guru di depan kelas tak becus menjelaskan lekuk liku kehidupan; puisi yang diingat pengembara saat rindunya pada rumah memaksa air matanya menetes; puisi yang dikutip oleh wartawan sebagai kepala berita dalam berita tentang negeri yang sedang disuruh tabah dengan rangkaian bencana
" Lelaki Kecil dari Kota Kecil di Sudut Kalimantan bagian Timur, Suami dan Ayah dari seorang isteri dan dua orang titipanNYA. Saya hanya manusia biasa yang berusaha menggunakan hati,pikiran dan rasa dalam meniti hidup yang semakin tidak jelas ini sehingga semua yang ada di dalam halaman ini hanyalah wujud dari berfungsinya ketiga elemen itu. "