.:Lelaki Kecil dari Kota Kecil:.

Segala yang kudengar, kurasa, dan kulihat ........

 

Heru Hastowo
Allahumma inni As-alukaa ridhaaka wal jannah ...
Afiliasi

Free Blogger Templates

BLOGGER

Terus Bagaimana ?
Wednesday, October 18, 2006

Orang bilang keahlian adalah hasil dari belajar terus menerus, tapi kalo terus-terusan belajar terus tidak bisa-bisa terus bagaimana ?
posted by Heru Hastowo @ 2:25 PM   0 comments
Anakku


Menatap pulas tidurmu di pagi hari ketika aku berangkat kerja dan disambut tawa dan rangkulanmu di sore hari ketika aku pulang kerja adalah kebahagiaan tak terkira.
posted by Heru Hastowo @ 1:54 PM   0 comments
Doa Hamba


Ya Allah…
hamba ini sangat nista dan banyak dosa
tidak pantas untuk meminta masuk surga.
Namun biarlah hamba meminta satu saja : JANGAN MASUKKAN HAMBA KE NERAKA
posted by Heru Hastowo @ 9:49 AM   0 comments
Ijazah, untuk apa?
Saturday, October 14, 2006

Beberapa hari yang lalu saya nonton film lama di TV yang judulnya ‘The Next Karate Kid’. Ada sebuah pelajaran penting di sana. Ketika seorang murid merasa telah menerima seluruh pelajaran yang diajarkan gurunya,terjadi dialog kira-kira seperti ini. Murid bertanya: “Mana sertifikat atau sabuk hitam yang seharusnya saya terima?” Guru (namanya Miyagi,masih ingat .. ?): ”Buat apa?” Murid:”Sebagai bukti bahwa saya telah selesai mempelajari sesuatu. Bahwa saya punya kemampuan.” Guru: “Yang penting adalah keyakinan di hati bahwa anda punya kemampuan dan tindakan nyata. Kalau mau sertifikat atau sabuk, belilah di toko!”

Pada sebuah buku (Judulnya Musashi) dikisahkan seorang murid ilmu pedang bernama Sasaki Kojiro. Setelah beberapa lama dia mempelajari ilmu pedangdari sebuah perguruan, dia mulai yakin bahwa dia lebih hebat dan bias mengalahkan gurunya. Karenanya dia keluar dari perguruan tsb, berkelana untuk membuktikan dan mengasah kemampuannya. Seorang utusan mantan gurunya menyusul untuk memberikan ssebuah sertifikat yang menyatakan bahwa dia telah menguasai aliran ilmu pedang tertentu. Kojiro menolak sertifikan tsb, sambil mengatakan bahwa buktilah yang akan menunjukkan bahwa dia pemain pedang yang hebat. Pada buku tsb memang ditunjukkan bahwa dia seorang pemain pedang yang hebat, dan hanya kalah dari Musashi. Pertarungan puncak antara Kojiro dan Musashi merupakan akhir buku yang sangat terkenal tsb.

Pada zaman sekarang sepertinya sertifikat, ijazah, ranking, pengakuan
menjadi penting. Tetapi prinsip dan esensi tetap berlaku, hanya tindakan
dan bukti-bukti nyatalah yang akan membawa kita pada pengakuan bahwa kitamemang hebat.
posted by Heru Hastowo @ 9:22 AM   0 comments
Aku dan Anak Kecil di Depan Toko Kue
Friday, October 13, 2006

Kemarin aku melihat seorang anak kecil di depan etalase toko kue. Dia memandang kue-kue coklat yang berderet dengan mata melototnya, terpesona oleh kue-kue berhiaskan krim coklat itu seolah apa saja akan dia lakukan demi bisa memakan beberapa kue-kue itu.

Anak itu mengingatkan aku pada diriku sendiri di depan rak buku di toko buku. Mungkin kalo ada seseorang yang melihat aku, dia akan menyodorkan sebungkus nasi untukku karena sorot mataku yang sangat kelaparan .

Akhirnya mama si anak membelikan sebuah kue untuk anak kecil itu. Si anak kecil memegang kue itu dengan hati-hati. Dikupasnya kertas pelapis kue dengan perlahan seolah tidak ingin sedikitpun remah-remah kue jatuh.

Anak itu mengingatkanku pada diriku sendiri yang setiap membaca buku selalu membaca dari sampul depan, bagian dalam sampul, semua teks copyright, nama pengarang, nama penerjemah (jika ada), judul asli, semua pengantar dan pendahuluan, sampai bagian belakang sampul, termasuk logo penerbit, seolah tidak ingin satu hurufpun terlewat dari mata hausku.

Anak itu makan kue dengan begitu menikmatinya. Ia begitu terserap oleh kue itu seolah hanya dia dan kue itu yang ada di dunia ini.

Anak itu mengingatkanku pada diriku sendiri yang sedang membaca buku. Mungkin beberapa kali istri atau anakku memanggil tapi aku tidak mendengarnya sampai dia capek sendiri .

Setelah kuenya habis, si anak menjilati kertas pelapis kue itu, menikmati beberapa jilatan terakhirnya dan kemudian menjilat bibirnya. Dalam sinar matanya aku lihat dia menyesal mengapa kue tersebut sudah habis.

Anak itu mengingatkanku pada diriku yang baru selesai membaca buku. Selalu buku itu kupegang-pegang sambil kubelai sampulnya. Lalu kuambil diary bukuku, dengan buku itu di depanku, mulai kutulis apa yang ada di benakku, seolah mencoba mengabadikan buku itu dalam benakku.

Si anak lalu berdiri lagi di depan etalase kue itu, sibuk memandangi kue-kue yang berbaris. Matanya berpindah dari satu kue ke kue yang lain, sibuk berpikir mana yang ingin diminta berikutnya pada ibunya.

Dia benar-benar seperti aku di depan rak bukuku sendiri. Setelah membaca satu buku, langsung memandangi rak buku sambil bingung mana yang mau dibaca berikutnya (karena masih banyak dan maunya dibaca semua ).

Jadi aku memang mirip anak kecil di toko kue itu. Hanya saja, ada satu perbedaan : kalo anak itu nggak dapat kue, mungkin dia hanya akan jadi lapar, tapi kalo aku nggak baca buku, rasanya aku bisa mati . ( Masak sich....)
posted by Heru Hastowo @ 1:34 PM   0 comments
Anda Orang Indonesia ?
Wednesday, October 11, 2006



Memandang Indonesia dari sisi lain, entah ngeledek ato
bangga, tapi menggelitik. ....

Anda orang Indonesia ?
Masih tinggal di Indonesia ?
Di Jakarta, di Surabaya, di Makassar?
Ke kantor naik bis umpel-umpelan?
Lalu lintas macet?
Pernah Naik kereta super ekonomi ke Yogya or Surabaya?
Pernah kebajiran?
Pernah dipalakin di bus sama gerombolan preman?
Pernah ngantri minyak tanah ?
Pernah semalaman pakai lilin gara-gara PLN “sontoloyo” ? ( di Bontang )
Pernah ngerasakan beras hilang di pasaran ?
Pernah gak mandi gara-gara PDAM ngadat ? ( saya gak pernah )

Ok, sekarang saya serius.

Kalau Ada yang bertanya: apa sih yang bisa dibanggakan
for being Indonesian?
Maka jawaban saya adalah : Kita.

Kita harus bangga karena kita orang Indonesia Bisa dan
Biasa hidup susah!!!
Becanda lagi nih?

Nggak, saya Serius!! Saya nggak boong.
Kalau saya boong biarkan Tuhan memberikan cobaan yang berat pada saya
(red: katanya harta yang berlimpah merupakan cobaan yang berat)

Kemampuan
untuk hidup susah (saya sebut aja "survival ability" ya) tidak dimiliki orang-orang yang lama hidup di negara-negara mapan. Makanya banggalah jadi orang Indonesia meski hidup semakin sulit!
posted by Heru Hastowo @ 1:08 PM   0 comments
Manusia


Manusia, bagaimanapun bentuk dan rupanyanya : cantik, tampan, seksi, atletis, kaya-miskin dan sederet dikotomi lainnya tidak lantas membuat yang satu beda dengan yang lainnya. Karena manusia - menurut saya - akan kelihatan kemanusiaannya dari HATInya bukan karena RUPAnya.setuju gak ?
posted by Heru Hastowo @ 9:37 AM   0 comments
Sunat ( yang sunat )

Sunat Perempuan dan Tradisi Kanibalisme

Kenangan traumatis itu masih membekas dalam diri Sarah (bukan nama sebenarnya), 36 tahun. Usianya baru menginjak 9 tahun ketika sang ayah mengajaknya ke rumah sakit untuk menemui seorang bidan. Di ruang periksa, ia diminta duduk dan melihat ke langit-langit.

Si bidan lalu menyuntikkan obat bius, sebelum menorehkan peralatan ke celah di pangkal pahanya. Obat bius itu tak bekerja optimal. Sarah pun menjerit dan meronta. "Waduh, sakitnya bukan main," ujar wanita yang tinggal di Sawangan, Depok, Sabtu lalu. Berhari-hari rasa sakit itu tak kunjung sirna. Buang air kecil pun kerap kali ditahannya karena dia takut.

Begitu menginjak bangku sekolah menengah atas, Sarah mulai mencari-cari literatur tentang dasar hukum sunat. Ternyata tak ada fatwa yang cukup sahih, selain alasan tradisi. "Itu kan sama dengan kanibalisme, lalu manfaatnya apa?" katanya geram. Kini ia memutuskan tidak akan menyunat dan menindik dua anak perempuannya.

Isu soal sunat perempuan mengemuka dalam lokakarya bertajuk "Menggunakan HAM untuk Kesehatan Maternal (Ibu) dan Neonatal (Anak)" di Departemen Kesehatan, 22 September lalu. Pada acara itu, dibeberkan kembali hasil penelitian sejumlah lembaga swadaya perempuan dan internasional yang disponsori Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Penelitian tentang female genital mutilation atau sunat perempuan dilakukan selama tiga tahun, Oktober 2001-Maret 2003, di sejumlah daerah, seperti Padang Pariaman, Serang, Sumenep, Kutai Kartanegara, Gorontalo, Makassar, Bone, dan Maluku.

Hasilnya menunjukkan 28 persen sunat yang dilakukan di Indonesia hanya sebagai kegiatan "simbolis". Artinya, tak ada sayatan dan goresan atau cuma tusukan sedikit saja. Sisanya, 72 persen, dilakukan dengan cara-cara berbahaya, seperti sayatan, goresan, dan pemotongan sebagian ataupun seluruh ujung klitoris. Tindakan berbahaya itu 68 persen dilakukan oleh dukun atau bidan tradisional, dan hanya 32 persen dilakukan tenaga medis.

Direktur Bina Kesehatan Ibu dan Anak pada Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Sri Hermianti, mengaku telah mengeluarkan imbauan kepada tenaga kesehatan untuk tidak melakukan medikalisasi atau tindakan memotong, mengiris, melukai, atau merusak organ genital perempuan/klitoris. Imbauan ini disampaikan melalui organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia, dan Ikatan Bidan Indonesia. "Medikalisasi itu sudah masuk tindakan medis yang dilarang," ujarnya.

Namun, karena masalah ini masih sangat sensitif dan menyangkut tradisi yang sudah mendarah daging di masyarakat, ia mengakui tak bisa begitu saja melarang masyarakat. Dalam waktu dekat, Departemen Kesehatan akan mengadakan pembahasan serius dengan Departemen Agama, organisasi keagamaan, serta organisasi pemuka adat guna menetapkan standar prosedur sunat perempuan yang diperbolehkan secara medis dan agama.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan mengungkapkan, dalam mazhab Maliki dan Hambali, khitan dianggap sebagai tindakan kemuliaan asalkan tidak berlebihan. Sedangkan mazhab Syafii, yang umumnya dirujuk masyarakat Indonesia, mewajibkan sunat perempuan. "Jadi asalkan tidak berlebihan karena malah menjadi haram dan sama dengan mengebiri," katanya.

Sebaiknya tenaga kesehatan tidak menolak jika ada keluarga yang ingin mengkhitankan bayi perempuannya. Sebab, akan lebih berisiko jika masyarakat lari ke bidan kampung yang belum tahu tata cara kebersihan dan sebagainya. Amidhan menyarankan sunat dilakukan saat anak masih bayi dan secara simbolis. Kalau anak sudah besar atau baru masuk Islam ketika sudah dewasa, kata dia, sunat tidak perlu dilakukan, "Karena bisa menimbulkan ketakutan."



Wajib-Sunah Khitan Perempuan
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum khitan untuk wanita. Ada yang menyebut sunah, seperti dipegang oleh mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali. Dalil yang digunakan adalah hadis Ibnu Abbas: "Khitan itu sunah buat laki-laki dan memuliakan buat wanita" (Ahmad dan Baihaqi).

Selain itu, mereka berdalil bahwa khitan hukumnya sunah karena disebutkan dalam hadis sebagai bagian dari fitrah dan disejajarkan dengan istihdad (mencukur bulu kemaluan), mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni juga menyatakan khitan tidak wajib bagi wanita. Ia merujuk sebuah hadis meski tidak sampai derajat sahih: "Sayatlah sedikit dan jangan berlebihan, karena hal itu akan mencerahkan wajah dan menyenangkan suami."

Pendapat kedua mengatakan khitan hukumnya wajib baik untuk laki-laki maupun perempuan. Pendapat ini didukung oleh mazhab Syafii, dengan dalil ayat Al-Quran: "Kemudian kami wahyukan kepadamu untuk mengikuti millah Ibrahim yang lurus" (An-Nahl: 123). Juga hadis: "Potonglah rambut kufur darimu dan berkhitanlah" (As-Syafii dalam kitab Al-Umm yang aslinya dari hadis Aisyah Riwayat Muslim).( beberapa bagian diambil dari Tempo )
posted by Heru Hastowo @ 8:02 AM   0 comments
joke of the year
Tuesday, October 10, 2006

This particular joke won the BEST JOKE AWARD in a competition in Britain .
One Chinese person walked into a bar in America late one night and saw Steven Spielberg. As he was a great fan of his movies, he rushed over to him, and asked for his autograph. Instead, Spielberg gave him a slap and said, "You Chinese people bombed our Pearl Harbor, get out of here."

The astonished Chinese man replied, "It was not the Chinese who bombed your Pearl Harbor , it was the Japanese".
"Chinese, Japanese,Taiwanese, you are all the same," replied Spielberg.
In return, the Chinese gave Spielberg a slap and said, "You sank the Titanic, my forefathers were on that ship."
Shocked, Spielberg replied, "It was the iceberg that sank the ship, not me."
The Chinese replied, "Iceberg, Spielberg, Carlsberg, you are all the same
posted by Heru Hastowo @ 11:30 AM   0 comments
Sejarah Yang Sumir ( dari TEMPO )

Kontroversi seputar buku mantan presiden Habibie menyingkap fakta baru sejarah Mei 1998. Pihak militer disebut-sebut berperan mempercepat pergantian rezim. Dua mayor jenderal dan sejumlah kolonel diduga ”membiarkan” mahasiswa merajai Senayan. Tempo mencoba memotret momen-momen penting 24 jam menjelang lengsernya Soeharto.
Soeharto melangkah ke kamar kerjanya. Lalu jenderal besar itu kembali dengan dua surat di tangan. Isinya, instruksi pembentukan Komando Operasi Kewaspadaan dan Keselamatan Nasional. Satu surat dia sodorkan kepada Jenderal Wiranto, Panglima ABRI merangkap Menteri Pertahanan dan Keamanan. Satunya lagi dia ulurkan ke Jenderal Subagyo Hadisiswoyo, Kepala Staf Angkatan Darat.
Soeharto mewanti-wanti Wiranto saat surat berpindah tangan: ”Mbok menowo mengko ono gunane—siapa tahu kelak ada gunanya,” sumber Tempo yang hadir di ruangan menirukan ucapan Soeharto dalam bahasa Jawa. Melalui surat itu, Wiranto dilimpahi wewenang sebagai Panglima Komando Operasi Kewaspadaan dan Keselamatan Nasional. Kedudukan ini memberi dia kekuasaan hampir tak terbatas untuk menjaga keterbitan negara.
Penanggalan hari itu 20 Mei 1998, menjelang tengah malam. Senyap meliputi seantero Jalan Cendana 10, Jakarta Pusat kediaman pribadi keluarga Presiden. Soeharto duduk. Wajahnya pias. Bahunya luruh. Dia berkata dengan pelan: ”Saya sudah bicara dengan anak-anak. Saya akan mundur besok agar tidak ada korban lebih besar,” sumber Tempo kembali menirukan ujaran Soeharto.
Wiranto mengeluarkan secarik kertas dari saku. Rupanya ia sudah menyiapkan catatan. Dia berkata kepada Presiden: ”ABRI akan melindungi semua mantan presiden beserta keluarganya.” Soeharto mengangguk. Di sudut ruangan Siti Hediati ”Titiek” Harijadi meneteskan air mata. Putri Soeharto itu menangis dengan suara tertahan. Komandan Pasukan Pengamanan Presiden Mayor Jenderal Endriartono Sutarto hadir pula di ruangan itu.
Pertemuan selesai. Wiranto dan Subagyo meninggalkan Jalan Cendana. Tengah malam sudah lewat.
Penanggalan berganti ke 21 Mei 1998.
l l l

Sembilan jam kemudian Bacharuddin Jusuf Habibie disumpah di Istana Merdeka sebagai Presiden Indonesia ketiga. Tongkat estafet berpindah tangan. Tapi Soeharto sejatinya sudah menyerah pada malam sebelumnya. Semua pilar kekuasaan yang dia bangun sejak 12 Maret 1967 runtuh. Golongan Karya, kekuatan politik utama yang selama bertahun-tahun menopangnya, telah berpaling. Empat belas menteri meninggalkan dia.
Tiga hari sebelumnya di Senayan Ketua MPR/DPR Harmoko bersama pimpinan Dewan lain meminta Soeharto turun takhta. Padahal, selama belasan tahun Harmoko membuktikan diri sebagai pembantu yang amat takzim. Bekas Menteri Penerangan itu adalah salah satu confidant, orang kepercayaan Soeharto selama separuh lebih masa kepresidenannya.
Dari Jalan Cendana, Soeharto menyaksikan semua kartu as lepas dari tangannya. Salah satu yang utama, faktor ekonomi. Indonesia pernah dijuluki ”Macan Asia” karena keperkasaan negeri ini di bidang ekonomi. Sejarah pertumbuhan pada awal era Orde Baru pernah mencatat sejumlah prestasi. Ekonom Emil Salim pernah menulis bahwa indeks biaya hidup di Indonesia antara tahun 1960 dan 1966 naik 438 kali lipat.
Pemerintah saat itu menggulirkan antara lain kebijakan deregulasi dan debirokratisasi untuk menyelamatkan ekonomi. Sebut contoh, Paket 10 Februari dan 28 Juli 1967. Pemerintah membuka diri untuk penanaman modal asing secara bertahap. Dengan cara itu, inflasi bisa dijinakkan perlahan-lahan. Dari sekitar angka 650 persen (1966) hingga terkendali di posisi 13 persen (1969). ”Ini prestasi yang diraih pemerintah saat itu,” tulis Emil.
Hampir tiga dekade kemudian, Soeharto turun panggung dengan utang Republik tak terkira. Utang baru US$ 43 miliar (kini setara Rp 387 triliun) dari Dana Moneter Internasional, IMF, tak mampu menyangga nilai rupiah. Hari itu, 21 Mei 1998, pasar uang menutup transaksi dengan Rp 11.236 per dolar AS—terjun bebas dari Rp 2.500 per dolar AS. Pada awal 1998, rupiah sampai terjengkang ke jurang: Rp 17.000 per dolar AS.
Seorang pakar sistem dewan mata uang (currency board system/CBS) asal Amerika, Steve Hanke, didatangkan ke Indonesia menjelang kejatuhan Soeharto. Berkali-kali dia mengingatkan Soeharto agar tak mempercayai IMF, karena lembaga ini khawatir CBS bakal sukses diterapkan di Indonesia. ”Washington punya kepentingan agar krisis berlangsung terus sehingga Anda jatuh,” kata Hanke kepada Soeharto seperti diulanginya kepada Tempo, Jumat pekan lalu.
Soeharto percaya. Dan Hanke diangkat sebagai penasihat khusus. Ia bahkan sempat menyebut CBS dalam pidatonya di depan Sidang Umum MPR 1 Maret 1998. Tapi utang terus melemahkan posisi Soeharto. Sembari para sekutunya lepas satu-satu.
Seakan belum cukup semua bala, Soeharto ditinggalkan pula oleh pilar yang dibinanya selama puluhan tahun: ABRI. Seorang jenderal purnawirawan yang cukup berperan pada era 1998 membuka ceritera ini kepada Tempo pekan lalu. ”ABRI,” kata jenderal itu, ”satu-satunya kekuatan yang disangka Pak Harto masih mendukungnya, juga meninggalkan dia.” Itulah pukulan telak terakhir yang menghantam jenderal tua yang sudah goyah itu.
Maka, pada Kamis malam 20 Mei—sebelum dia memanggil Wiranto dan Subagyo—Soeharto mengumpulkan putra-putri dan kerabatnya. Seorang tokoh dari lingkar dalam Cendana menuturkan kembali kenangan delapan tahun silam itu kepada Tempo, pekan lalu: ”Titiek dan Mamiek (nama kecil Siti Hutami Adiningsih) menangis selama pertemuan.”
Dia juga menirukan kata-kata putra ketiga Soeharto, Bambang Trihatmodjo, yang bertanya kenapa ayahnya tidak mundur sesuai dengan jadwal. Siti ”Tutut” Hardijanti Rukmana, anak sulung keluarga Cendana, membuka suara: ”Sama saja, besok atau lusa Bapak harus mundur!”
Jadwal yang dimaksudkan Bambang adalah skenario awal mundurnya Soeharto yang telah disampaikan mantan presiden itu kepada keluarganya. Yakni, mengumumkan pembentukan Komite Reformasi pada 21 Mei, merombak kabinet pada 22 Mei. Dan, lengser pada 23 Mei.
Soeharto ternyata mundur lebih cepat.
Ahli ilmu pemerintahan Ryaas Rasyid, yang dulu dekat dengan kalangan militer, menyatakan bahwa ABRI memang sudah sepakat agar Soeharto mundur. Ia menuturkan, pertemuan di Jalan Merdeka Barat pada 20 Mei malam yang dihadiri Jenderal Wiranto, Letnan Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono kini Presiden RI. Juga, Mayor Jenderal Agus Widjojo dan Letnan Jenderal Hari Sabarno.
Ryaas hadir bersama pakar hukum tata negara Harun Alrasid, Rektor Universitas Indonesia Asman Boedisantoso, dan pengamat militer Salim Said. Ryaas dan kawan-kawannya menanyakan sikap ABRI jika Habibie menjadi presiden. Yudhoyono saat itu menjawab: ”Kami bisa menerima.” Wiranto, menurut Ryaas, mengiyakan jawaban Kepala Staf Sosial Politik ABRI itu.
Menurut Ryaas, dia dan rekan-rekannya bertanya lagi kapan kira-kira menurut ABRI Soeharto akan turun. Yudhoyono kembali menjawab: ”Enam bulan sampai setahun lagi.” Jawaban ini, menurut Ryaas, cocok dengan pembawaan Yudhoyono yang dikenal sebagai sosok moderat. Hasil pertemuan ini yang kemudian disampaikan kepada Soeharto.
Nah, kondisi tentara sendiri saat itu terbelah. Jenderal Subagyo menyebut adanya faksi Wiranto dan faksi Letnan Jenderal Prabowo Subianto, Panglima Kostrad. ”Saya di tengah-tengah,” tulisnya dalam buku KSAD dari Piyungan.
Mayor Jenderal Kivlan Zen, mantan Kepala Staf Kostrad, berada di kelompok Prabowo bersama sejumlah jenderal lain. Ketika ribuan mahasiswa menduduki gedung parlemen, ia mengaku menggalang sejumlah organisasi massa pro-Soeharto merebut kembali gedung parlemen dari tangan mahasiswa. Tapi massa ini urung beraksi karena Soeharto mundur lebih cepat.
Kivlan mengaku mati-matian mencegah demonstrasi yang digalang Amien Rais, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, pada 20 Mei di kawasan Monas. Ia memerintahkan pasukannya membawa peluru tajam untuk menghadang massa. ”Saya sempat meminta Prabowo menemui Amien agar membatalkan niatnya. Jika tidak, dia bisa ditembak anak buah saya atau saya tangkap,” ujar Kivlan kepada Tempo. Dia juga mengatur agar tank dan panser ditempatkan di pusat kota. ”Lindas mereka yang memaksa masuk Monas dengan tank!,” ujar Kivlan kepada pasukannya saat itu.
Aksi sejuta orang di Monas kemudian batal. Namun Soeharto kian terdesak ke tubir jurang. Sejumlah orang yang dihubungi untuk menjadi anggota Komite Reformasi menolak. Ada 14 menteri ekonomi pimpinan Ginandjar Kartasasmita tidak bersedia bergabung dalam kabinet baru Soeharto.
Selepas magrib 20 Mei, Prabowo yang masih mengenakan pakaian tempur loreng menemui Habibie di Patra Kuningan. ”Pak, kemungkian besar Pak Tua akan turun,” tulisnya dalam Buku Putih Prabowo, 1999. Habibie menyatakan siap menggantikan Soeharto.
Dari Kuningan, ia menuju Cendana. Prabowo mengira bakal mendapat pujian karena sudah menggagalkan demonstrasi. Nyatanya, yang dia dapatkan adalah ”kejutan”. Di ruang keluarga, Soeharto sedang duduk bersama Wiranto dan putra-putri Cendana. Jenderal yang dijuluki The Rising Star itu dianggap pecundang di depan keluarga istrinya.
Soeharto kemudian menunjuk bekas ajudannya itu menjadi Panglima Komando Operasi Kewaspadaan dan Keselamatan Nasional di detik-detik terakhir kekuasaannya. Dengan kuasa itu, Wiranto bisa memerintahkan semua menteri dan pemimpin lembaga pemerintahan dari pusat hingga daerah untuk membantu tugasnya.
Tapi Wiranto tidak memakainya.
Pada 21 Mei pukul 09.00 WIB Soeharto menyatakan mundur. Habibie mengucapkan sumpah di depan podium. Sesaat setelah itu, Wiranto mengambil alih mikrofon. Lalu berkata: ”ABRI tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan presiden, termasuk mantan presiden Soeharto dan keluarga.”
”Pertempuran” satu babak di lingkar elite menjelang lengsernya Jenderal Soeharto usai sudah. Dan Wiranto keluar sebagai pemenang.
Setidaknya, untuk saat itu.

Perintah Siapa
Komando pergerakan pasukan ABRI di Jakarta sejak 14 Mei 1998 ada di tangan Panglima Komando Operasi Jaya Letnan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin, yang juga Panglima Kodam Jaya. Inilah pernyataan sejumlah petinggi di lingkaran elite militer berkaitan dengan tugas mereka di masa genting itu.

Wiranto (Jenderal)
Panglima ABRI

Tugas: Penanggung jawab tertinggi pertahanan dan keamanan RI. Semua pergerakan pasukan saat itu harus seizin Panglima.
Pernyataan: ”Ada laporan yang valid tentang pengerahan kekuatan pasukan Kostrad di Jakarta yang tidak dilaporkan ke Mabes ABRI.… Fakta ini merupakan sesuatu yang boleh dianggap sebagai insubordinasi.”

Fachrul Razi (Letnan Jenderal)
Kepala Staf Umum ABRI

Tugas: Penanggung jawab operasional pasukan ABRI.

Soebagyo H.S. (Jenderal)
Kepala Staf Angkatan Darat

Tugas:Membina pasukan TNI Angkatan Darat.
Pernyataan: ”Penempatan semua pasukan sudah ditetapkan, yaitu berada di bawah kendali Panglima Komando Operasi.”

Prabowo Subianto (Letnan Jenderal)
Panglima Kostrad

Tugas: Mempersiapkan pasukan yang diperbantukan atau di bawah kendali operasi kepada Panglima Kodam.
Pernyataan: ”Tidak ada pergerakan pasukan di luar komando. Semua di bawah kendali Panglima Kodam. Seandainya ada, untuk apa? Apa mau kudeta?”

Sjafrie Sjamsoeddin (Mayjen)
Panglima Kodam Jaya Sekaligus Panglima Komando Operasi Jaya

Tugas: Memulihkan keamanan Ibu Kota dan mengendalikan semua pasukan di Jakarta.
Pernyataan: ”Saya tahu betul penempatan dan kedudukan semua pasukan. Saya tidak khawatir. Kalau ada pasukan tidak terkendali, dari mana datangnya?

Kivlan Zein (Mayjen)
Kepala Staf Kostrad

Tugas: Menangani urusan internal dan menjadi orang kedua dalam alur komando Kostrad.
Pernyataan: ”Semua pasukan Kostrad didatangkan ke Jakarta atas permintaan Panglima Komando Operasi. Setelah diserahkan, saya tidak tahu lagi urusannya.”

Mengepung Jakarta
Kerusuhan di Ibu Kota pada 13-14 Mei 1998 masih menyimpan sejumlah tanda tanya. Ada yang menyebut polisi sengaja diperintahkan mundur agar api bebas melalap Jakarta. Ada yang curiga beberapa titik kerusuhan sengaja disulut. Di manakah tentara ketika itu?

12 Mei
Kostrad hanya memiliki tiga kompi (1 kompi = 100 orang) pasukan di Jakarta.
13 Mei
Empat batalion (1 batalion = 700–1.000 orang) pasukan Kostrad dari Yon Arhanudri 1/Kostrad, Batalion Infanteri (Yonif) 305 dan Yonif 328 yang bermarkas di Cilodong, Jawa Barat, bergerak ke Jakarta.
14 Mei
Lima batalion dikirim dari Jawa Barat (Yon 303 dari Garut, Yon 321 dari Tasikmalaya, dan Yon 323 dari Ciamis)
14 Mei
Lima batalion pasukan Kostrad dikirim dari Jawa Tengah (Solo, Salatiga, Purwokerto)
15 Mei
Lima batalion pasukan Kostrad tiba di Jakarta. Mereka didatangkan dari Jawa Timur dengan pesawat terbang (pasukan Brigade Infanteri Lintas Udara ke-18 dan Yonif 502 dari Malang, Yonif 501 dari Madiun, Yonif 503 dari Mojokerto)
15 Mei
Bantuan pasukan didatangkan dari Yonif 721 di Makassar dengan pesawat carteran.
16 Mei
Kostrad memiliki 20 batalion pasukan di Jakarta
posted by Heru Hastowo @ 8:37 AM   0 comments
Bush, I hate you!
Monday, October 09, 2006

Saya ingin katakan : saya sangat membenci kamu, ingin rasanya kusumbat mulutmu yang sering mengatasanamakan demokrasi dan Hak Azasi Manusia dibalik jiwa Aggresormu untuk mengungkapkan ketidaksukaanku. Apa yang kamu lakukan di Irak, di Lebanon, di Palestina, di Afghnaistan di Negara-negara Afrika. Itukah yang kamu maksud dengan demokratisasi global. Bullshit Bush! Tidak ada kemajuan peradaban yang bisa diharap dari Anda dengan Negara sebesar Negara yang anda pimpin.
posted by Heru Hastowo @ 3:34 PM   0 comments
Puasa Mengasah Mental

Puasa Mengasah Mental
Setiap habis ramadhan, hamba rindu lagi Ramadhan
Saat-saat padat beribadah, tak terhingga nilai mahalnya
Setiap habis Ramadhan, hamba cemas kalau tak sampai
Umur hamba di tahun depan, berilah hamba kesempatan
Lagu di atas tentu sudah tak asing, sebuah karya yang dilantunkan sejak tiga puluh tahunan yang lalu oleh Sam, Acil, Jaka dan Iin Parlina yang tenar sebagai grup Bimbo dari Bandung. Konon lagu tersebut diciptakan bersama penyair Taufiq Ismail. Sebuah syair lagu yang berpesan kepada kita tentang sebuah kesempatan, sebuah kesempatan yang harus kita renungkan sebelum datangnya akhir Ramadhan. Puasa sebagai kata yang umum terhadap shaum dalam Al-Quran menjadi sebuah syariat utama keislaman, sebulan lamanya perintah wajib tersebut harus dijalankan dalam setiap tahun kalender Hijriyah.
Hikmah puasa telah banyak diteliti para ulama dan ilmuwan, dari para ahli syariat dan keagamaan Islam hingga ke para ahli psikologi dan kedokteran. Saya tidak akan banyak berbicara mengenai hikmah puasa secara rinci atau wacana puasa sehat, juga tidak mengenai tip dan trik caranya berpuasa. Sudah banyak tulisan tentang hal-hal tersebut, sudah banyak program TV membahas secara gencar syariat tahunan Islam ini, bahkan kini puasa juga semakin menjadi komoditas para selebritas menenarkan dirinya membagi cerita hikmah puasa dengan menampilkan bagaimana mereka berbuka atau bagaimana mereka bersahur. Saya tak menghujat mereka sebab kehidupan setiap muslim jelaslah berbeda. Sebab berpuasa adalah ritual hablumminallah, sebuah prosesi pribadi antara dirinya sendiri dengan tuhannya, Allah SWT. Sebagai muslim kita hanya berharap maraknya acara bertema Ramadhan –maupun tema Islam lainnya– adalah sebuah implementasi syiar Islam yang simpatik. Jelas sangat disayangkan ketika acara-acara bertema Islam tidak memberi simpati kepada para muslim sendiri.
Mereka yang ikhlas menjalankannya dijanjikan dijauhkan dari godaan setan, dijanjikan dijauhkan dengan dibelenggunya setan dari manusia. Bukan kita tak meyakini hal tersebut, namun sebagai manusia kita punya kelemahan. Kelemahan manusia sendiri yang membuat kita menjadi setan dalam kehidupan hablumminannas walau untuk hal-hal yang mungkin kecil, seperti tersinggung dan menyinggung, lupa diri dan lupa daratan, berprasangka buruk tanpa logika, egoisme dan kesombongan dan hal-hal kecil lainnya yang mungkin tak pernah kita sadari. Kelemahan mental manusialah yang mendekatkan sang setan menggoda manusia.
Mental seorang manusia jelas berbeda-beda. Secara empiris kita sering mengelompokkannya menjadi sebuah generalisasi, kadang bersifat buruk, kadang bersifat baik. Semoga yang baik selalu yang diwariskan turun temurun. Kita mengenal mental manusia-manusia dalam kehidupan antar manusia seperti orang-orang suku anu ahli berdagang, suku anu ahli menjadi tukang kiridit, suku anu ahli menjadi pengacara, suku anu sangat pemalas, suku anu sangat periang, suku anu individualistis dan sebagainya. Itu semua hanya generalisasi mental manusia-manusia, hanya secara umum, bukan sesuatu yang absolut. Bukan berarti kita tak mengindahkan hal-hal tersebut, sebab mental manusia –sebagai sebuah warisan budaya– tetaplah akan diturunkan dari orang tua kepada penerus-penerusnya dan kita sangat sering bersinggungan dengan generalisasi mental-mental manusia tersebut. Kita kerap berprasangka buruk, kita pun kerap menjadi objek prasangka buruk akibat semua penyalahgunaan atribut di atas. Saya orang Sunda, orang Sunda kerap dicibir karena slogan “Kumaha engké!” yang artinya “Nanti saja!” atau atribut lain seperti “Orang Sunda itu kambing, pemakan segala daun-daunan mentah.”
Mengabaikan generalisasi mental-mental tersebut mari kita berbicara tentang mental diri kita sendiri terlepas dari atribut kesukuan, kelompok, keluarga, profesi dan sebagainya. Muslim diberi syariat puasa untuk mengolah mental dirinya masing-masing, diberi batasan-batasan tanpa dikurangi godaan-godaannya, sehingga manusia melihat dalam perspektifnya bahwa godaan menjadi lebih banyak dan lebih besar. Di sinilah salah satu hikmah berpuasa dalam melatih muslim mengasah mentalnya. Mental yang sangat personal kepada-Nya dan mental dalam kehidupan dengan sesamanya. Kita tak perlu menilai dan menghakimi mental seseorang yang sangat personal tersebut. Itu adalah urusan pribadi masing-masing. Namun kita diberi lingkungan batasan di antara sesama kita agar mental kita yang baik dan buruk tidak mengganggu orang lain, menyinggung orang lain.
Seorang anak kecil berumur di atas enam atau tahun belajar berpuasa, secara fisik mungkin ia tak akan kuat, namun si anak tanpa menyadarinya ia diberikan sebuah latihan. Berlatih mengukur kekuatan diri, meski ia tak mampu menghitungnya namun ia melatih mentalnya untuk menyatakan ketakmampuannya, bukan untuk melatih mencari-cari alasan agar ia senang tidak berpuasa saat muslim lain berpuasa.
Seorang muslim dewasa yang secara fisik normal akan mengukur bahwa syariat fisik puasa adalah hal biasa, bukan sesuatu batasan di luar kemampuannya. Namun godaan terhadap ibadah puasa bagi orang dewasa jelas lebih banyak, tak hanya menahan lapar, dahaga dan kama. Muslim dewasa berlatih mengasah mentalnya dalam menghadapi godaan yang mengurangi nilai puasanya, terutama yang terkait dengan orang lain. Kita kerap tersinggung oleh hal kecil. Kadar ketersinggungan –apalagi didominasi perasaan– itu pun sudah menunjukkan kelemahan mental manusia, apalagi saat kita meresponnya dengan menyinggung balik. Dua kelemahan yang mudah terjadi pada diri kita. Saat amarah datang, kelemahan mental manusia semakin menjadi. Shaum Ramadhan melatih muslim untuk menghindari hal-hal seperti itu. Puasa kita akan kurang bernilai saat kita hanya berpikir menahan lapar, dahaga dan kama tanpa disertai menahan ego, sumpah serapah, dengki, dusta dan sebagainya.
“Kamu seorang muslim, kamu sehat tapi kamu tak berpuasa di bulan Ramadhan. Kamu hanya seorang manusia cengeng!” Mungkin kalimat sederhana ini juga bisa berarti sebuah kedengkian kita kepada orang lain. Sebuah keangkuhan yang tak disadari bisa menyinggung perasaan orang tersebut. Sebuah keangkuhan menilai diri berlebih, merasa lebih baik dari orang tersebut yang mungkin akhirnya orang tersebut merespon balik menilai diri kita buruk, apalagi jika kita ikut tersinggung menghadapi respon tersebut. Mungkin juga anda yang membaca contoh kalimat saya di atas sudah tersinggung terlebih dahulu. Mental kita kerap diuji oleh hal-hal kecil seperti ini. Di bulan Ramadhan ini kita akan merasakan dan belajar bagaimana menghadapi ujian mental.
Mental menahan diri dari hal-hal buruk yang kecil, sebuah hikmah yang bisa diambil dalam menjalankan ibadah shaum.
Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Semoga anda mampu menahan diri jika anda tersinggung terhadap tulisan saya, pun saya mawas diri dengan apa yang telah saya tuliskan. Semoga kinerja tak terganggu saat berpuasa.
posted by Heru Hastowo @ 2:43 PM   0 comments
Help Correction

Tolong koreksi Bahasa Inggris-nya : ini surat seorang gadis Indonesia ke pacarnya seorang Expat Africa.......

:: Hi, my motive write this letter is to give know
you something .
(hai, bersama surat ini saya ingin memberi tahu
sesuatu)

:: I WANT TO CUT CONNECTION US
(saya ingin memutuskan hubungan kita)

:: I have think about this very cook cook
(saya telah memikirkan ini masak masak)

:: I know I clap one hand only
(saya tahu bahwa saya hanya bertepuk sebelah
tangan)

:: Correctly, I have seen you and she together at
town with my eyes and head myself
(sebenarnya, saya pernah melihat kamu bersama
perempuan lain di kota dengan mata kepala saya
sendiri)

:: You always ask for apology back back
(kamu selalu minta maaf berulang ulang)

:: I don't trust you again!!
(saya tidak percaya kamu lagi)

:: You are really crocodile land!!
(kamu benar benar buaya darat)

:: My Friend speak you play fire
(teman saya bilang kamu bermain api)

:: Now I know you correct correct play fire
(sekarang saya tahu kamu benar benar bermain
api)

:: So, I break connection to pull my body from
this love triangle
(jadi saya putuskan saja hubungan untuk menarik
diri dari cinta segitigaini)

:: I know this result I pick is very correct,
because you love she is very high from me
(saya tahu keputusan yg saya ambil ini benar,
karena kamu mencintai dia lebih tinggi dari saya)

:: So, I break off to go far from here
(jadi saya putuskan untuk pergi dari sini)

:: I don't want you to play play with my liver
(saya tidak ingin kamu main main dengan hati
saya)

:: I have been crying until no more eye water
thinking about you
(saya menangis sampai tidak ada lagi air mata
memikirkan kamu)

:: I don't want banana to fruit two times
(saya tidak mau terpeleset untuk kedua kalinya)

:: Safe walk...(selamat jalan..)
posted by Heru Hastowo @ 2:25 PM   0 comments
A Star Without a Name

Dedicated to my Earlene : Love U Honey
When a baby is taken from the wet nurse,
it easily forgets her
and starts eating solid food.

Seeds feed awhile on ground,
then lift up into the sun.

So you should taste the filtered light
and work your way toward wisdom
with no personal covering.

That's how you came here, like a star
without a name. Move across the night sky
with those anonymous lights.
posted by Heru Hastowo @ 2:19 PM   0 comments
Hemat Energi

Berhemat itu Berarti Mau Berbagi
Kenapa kita harus berbagi? Energi listrik saast ini sebagian besar masih ditopang oleh sumber energi yang tidak terbarukan, terutama batu bara, minyak ( BBM ), dan gas ( BBG ). Bahan bakar tersebut selain semakin langka juga kian mahal. Padahal sebagian besar tenaga listrik di negara kita dipasok dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Dan itupun baru dinikmati sebagian penduduk kita.Masih lebih 40% dari penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik. Di Bontang yang notabene adalah Kota MIGAS dan BATUBARA tetap saja listrik menjadi masalah yang krusial yang belum terpecahkan oleh pemerintah ( entahlah........... ). Jadi mari berhemat, yang penting matikan yang tidak penting ( Iklan Layanan PLN ). Di lain sisi kita PLN ( pemerintah ) menyuruh kita berhemat tapi di rumah jabatan Walikota dan gedung-gedung pemerintahan bermandikan cahaya ( pusing.....!!!!! )
posted by Heru Hastowo @ 1:39 PM   0 comments
The True Sufi

What makes the Sufi? Purity of heart;
Not the patched mantle and the lust perverse
Of those vile earth-bound men who steal his name.
He in all dregs discerns the essence pure:
In hardship ease, in tribulation joy.
The phantom sentries, who with batons drawn
Guard Beauty's place-gate and curtained bower,
Give way before him, unafraid he passes,
And showing the King's arrow, enters in.
posted by Heru Hastowo @ 1:29 PM   0 comments
Parsel, nasibmu kini

Apa salahnya parcel kok dilarang sama pemerintah, katanya parsel adalah pintu masuk terjadinya korupsi dengan asumsi tiada pemberian tanpa pamrih, padahal budaya ini sudah turun temurun kita lakukan bila lebaran tiba walaupun tidak dalam bentuk parsel ( istilah yang baru-baru aja popular ), masyarakat kita bila lebaran tiba saling mengunjungi dan memberi sajian apakah kue, ketupat, opor ayam dll. Lalu dimana andil parsel bagi berlangsungnya korupsi, bagaimana dengan sogokan berupa transfer antar rekening atau kunci mobil yang tak tampak oleh mata ? Apakah pemerintah bias mengawasi? Semua tergantung orangnya, ada-tidak adanya parsel tidak menunjukkan naik-turunnya indeks angka korupsi di Negara kita yang sudah mendarahdaging. Pelarangan menerima parsel jelas mematikan usaha jasa parsel belum lagi pengrajin wadah parsel yang berasal dari rakyat kecil ? jadi, STOP MELARANG!!!
posted by Heru Hastowo @ 1:18 PM   0 comments
CABE RAWIT


Seringkali kita mendengar orang berujar : “ Kecil-kecil cabe rawit” bahasa figurative untuk menggambarkan seseorang yang mempunyai ukuran tubuh kecil, apakah pendek ataupun kurus ( ini mewakili pisik saya, he…hee ).

Memang pada kenyataannya ukuran tubuh seseorang tidak dapat mewakilkan kekuatan dan kecerdasan . Tentu kita ingat kisah David dan Goliath. Ada banyak contoh orang dengan ukuran tubuh kecil tapi punya “tendangan” yang tinggi, sebut saja om yang photonya terpampang di atas : Mahatma Gandhi yang tingginya cuma 158cm dengan berat 47kg, Napoleon Bonaparte sang penakluk Eropa dengan tinggi-berat 158cm-52kg, pun mungkin termasuk saya yang hanya 159cm-48kg, he…..hee, just kidding. Tapi benar bahwa ukuran tubuh tidak menentukan volume otak.
posted by Heru Hastowo @ 1:05 PM   0 comments
@ Friend

A friend is someone who is concerned with everything you do
A friend is someone who is concerned with everything you think
A friend is someone to call upon during good times
A friend is someone to call upon during bad times
A friend is someone who understands whatever you do
A friend is someone who tells you the truth about yourself
A friend is someone who knows what you are going through at all times
A friend is someone who refuses to listen to gossip about you
A friend is someone who supports you at all times
A friend is someone who does not compete with you
A friend is someone who is genuinely happy for you when things go well
A friend is someone who tries to cheer you up when things do not go well
A friend is an extension of yourself without which you are not complete
posted by Heru Hastowo @ 12:54 PM   0 comments
Komunikasi, komunikasi.....
posted by Heru Hastowo @ 11:28 AM   0 comments
PRIA & WANiTA

PRIA & WANITA -
Ketika AKU menciptakan langit dan bumi. Aku berfirman dan jadilah.
Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan meniupkan nafas
kehidupan ke lubang hidungnya.
Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah aku meniupkan nafas
kehidupan ke pria karena lubang hidungmu terlalu lembut.
AKU membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga AKU dapat dengan
sabar dan sempurna membentuk engkau.
Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri.
Dari satu tulang, AKU menghiasmu.
AKU memilih tulang yg melindungi kehidupan pria.
AKU memilih tulang rusuk, yg melindungi jantung dan paru2 dan
mendukungnya, sebagaimana yg harus kamu lakukan.
Dari satu tulang ini, aku membentukmu dengan sempurna dan cantik.
Sifatmu adalah seperti tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah.
Engkau menyediakan perlindungan utk organ paling lembut dari pria,
hati/jantungnya.
Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru2nya! menggenggam nafas
kehidupan.
Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan
kerusakan terjadi pada jantung.
Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya utk menjadi alasnya, tidak juga diambil
dari kepalanya utk menjadi atasannya.
Engkau diambil dari sisinya, utk berdiri di sebelahnya dan dipeluk dengan
erat, Menjadi Penolong dan Pendoa baginya.
Engkau adalah malaikat-KU yg sempurna.
Engkau adalah gadis kecilku yg cantik.
Engkau telah tumbuh menjadi wanita yg sempurna, dan mata-KU terpuaskan
ketika aku melihat hatimu. Matamu-jangan mengubahnya.
Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa.
Hidungmu sangat sempurna dlm bentuk.
Tanganmu sangat lembut utk disentuh.
AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur.
AKU menggenggam hatimu dekat dengan-KU.
Dari semua yg hidup dan bernafas, engkau adalah yg paling mirip dgn AKU.
Adam berjalan bersamaku di hari yg dingin dan dia kesepian.
Dia hanya dapat! merasakan-KU. Dia tidak dpt melihat ataupun menyentuh-KU.
Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganku, aku membentuknya didalam
kamu. Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan-KU dan
dukungan-KU. Engkau adalah istimewa krn engkau adalah perpanjangan
tangan-KU.
Pria melambangkan citra-KU - wanita, perasaan-KU.
Bersama-sama… kalian melambangkan TUHAN yg sejati.
Jadi pria - perlakukan wanita dengan baik.
Cintailah dia, hormatilah dia, krn ia lembut.
Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-KU.
Apa yg engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU.
Jika engkau menghancurkannya, engkau hanya menghancurkan hatimu sendiri,
hati TUHAN-mu….yg juga hati TUHAN-nya.
Wanita, dukunglah pria. Dlm kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan
perasaan yg telah KU berikan kepadamu.
Dlm kesunyian, tunjukkan kekuatanmu.
Dlm cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yg
melindungi tubuhnya.
– Wallahu’alam bishshawab.
posted by Heru Hastowo @ 10:37 AM   0 comments
PeNY@IR

Yang selalu mengira ajalnya tiba esok
hari; tinggi badannya telah berhenti tumbuh sejak
tulang-tulangnya yang tak pernah berhenti menua
gagal menghafal saat penggantian penanggalan;
berat badannya tak pernah ingin ia ketahui karena
selalu kekurangan; sabar menghadapi diri sendiri
dan pemaaf tapi pelupa; ingin jujur tapi senantiasa
tergoda untuk berdusta bila tak menemukan ucapan
yang pas untuk duka laranya; amat suka pada kesepian;
dan seringkali sok serius menjalani hidupnya yang
yang kembang kempis; dan tidak pernah terlibat
tindak pidana tetapi merasa selalu diikuti oleh
sepasukan intel dan sepasukan penembak jitu.

MENDAMBAKAN puisi yang bisa dibacakan oleh
pengemis saat memohon sedekah di lampu merah;
puisi yang diteriakkan buruh saat berdemonstrasi
menuntut kenaikan upah; puisi yang disalin anak
sekolah ke dalam secarik kertas kemudian
diselipkan di saku untuk diam-diam dibaca saat
guru di depan kelas tak becus menjelaskan
lekuk liku kehidupan; puisi yang diingat pengembara
saat rindunya pada rumah memaksa air matanya
menetes; puisi yang dikutip oleh wartawan sebagai
kepala berita dalam berita tentang negeri yang
sedang disuruh tabah dengan rangkaian bencana
posted by Heru Hastowo @ 9:31 AM   0 comments
Kisah Sedih Pencuci Piring
Saturday, October 07, 2006


Siapa yang paling berbahagia saat pesta pernikahan berlangsung?
Bisa jadi kedua mempelai yang menunggu detik-detik memadu kasih. Meski lelah
menderanya namun tetap mampu tersenyum hingga tamu terakhirpun. Berbulan
bahkan hitungan tahun sudah mereka menunggu hari
bahagia ini. Mungkin orang tua si gadis yang baru saja menuntaskan kewajiban
terakhirnya dengan mendapatkan lelaki yang akan menggantikan perannya
membimbing putrinya untuk langkah selanjutnya setelah hari pernikahan. Atau
bahkan ibu pengantin pria
yang terlihat terus menerus sumringah, ia membayangkan akan segera menimang
cucu dari putranya. "Aih, pasti segagah kakeknya," impinya.
Para tamu yang hadir dalam pesta tersebut tak luput terjangkiti aura
kebahagiaan, itu nampak dari senyum, canda, dan keceriaan yang tak hentinya
sepanjang mereka berada di pesta. Bagi sanak saudara dan kerabat orang tua
kedua mempelai, bisa jadi momentum ini dijadikan ajang silaturahim, kalau
perlu rapat keluarga besar pun bisa berlangsung di sela-sela pesta.
Sementara teman dan sahabat kedua mempelai menyulap pesta pernikahan itu
menjadi reuni yang tak direncanakan. Mungkin kalau sengaja diundang untuk
acara reuni tidak ada yang hadir, jadilah reuni satu angkatan berlangsung.
Dan satu lagi, bagi mereka yang jarang-jarang
menikmati makanan bergizi plus, inilah saatnya perbaikan gizi walau bermodal
uang sekadarnya di amplop yang tertutup rapat.

Nyaris tidak ada hadirin yang terlihat sedih atau menangis di pesta itu
kecuali air mata kebahagiaan. Kalau pun ada, mungkin mereka yang sakit hati
pria pujaannya tidak menikah dengannya. Atau para pria yang sakit hati
lantaran primadona kampungnya dipersunting pria dari luar kampung. Namun
tetap saja tak terlihat di pesta itu, mungkin mereka meratap di balik
dinding kamarnya sambil memeluk erat gambar pria yang baru saja menikah itu.
Dan pria-pria sakit hati itu hanya bisa menggerutu
dan menyimpan kecewanya dalam hati ketika harus menyalami dan memberi
selamat kepada wanita yang harus mereka relakan menjadi milik pria lain.
Apa benar-benar tidak ada yang bersedih di pesta itu? Semula saya mengira
yang paling bersedih hanya tukang pembawa piring kotor yang pernah saya
ketahui hanya mendapat upah sepuluh ribu rupiah plus sepiring makan gratis
untuk ratusan piring yang ia angkat. Sepuluh ribu rupiah yang diterima
setelah semua tamu pulang itu, sungguh tak cukup mengeringkan peluhnya.
Sedih, pasti.
Tak lama kemudian saya benar-benar mendapati orang yang lebih bersedih di
pesta itu.
Mereka memang tak terlihat ada di pesta, juga tak mengenakan
pakaian bagus lengkap dengan dandanan yang tak biasa dari keseharian di
hari istimewa itu. Mereka hanya ada di bagian belakang dari gedung tempat pesta
berlangsung, atau bagian tersembunyi dengan terpal
yang menghalangi aktivitas mereka di rumah si empunya pesta.

Mereka adalah para pencuci piring bekas makan para tamu terhormat di ruang pesta.
Bukan, mereka bukan sedih lantaran mendapat bayaran yang tak jauh berbeda
dengan pembawa piring kotor. Mereka juga tidak sedih hanya karena harus
belakangan mendapat jatah makan, itu sudah mereka sadari sejak awal
mengambil peran sebagai pencuci piring. Juga bukan karena tak sempat
memberikan doa selamat dan keberkahan untuk pasangan pengantin yang
berbahagia, meski apa yang mereka kerjakan mungkin lebih bernilai dari
doa-doa para tamu yang hadir.
Air mata mereka keluar setiap kali memandangi nasi yang harus terbuang
teramat banyak, juga potongan daging atau makanan lain yang tak habis
disantap para tamu. Tak tertahankan sedih mereka saat membayangkan tumpukan
makanan sisa itu dan memasukkannya dalam karung untuk kemudian singgah di
tempat sampah, sementara anak-anak mereka di rumah sering harus menahan
lapar hingga terlelap.
Andai para tamu itu tak mengambil makanan di luar batas kemampuannya
menyantap, andai mereka yang berpakaian bagus di pesta itu tak taati
nafsunya untuk mengambil semua yang tersedia padahal tak semua bisa masuk
dalam perut mereka, mungkin akan ada sisa makanan untuk anak-anak di panti
anak yatim tak jauh dari tempat pesta itu. Andai pula mereka mengerti
buruknya berbuat mubazir, mungkin ratusan anak yatim dan kaum fakir bisa
terundang untuk ikut menikmati hidangan dalam pesta itu.

Sekadar usul untuk Anda yang akan melaksanakan pesta pernikahan, tidak cukup
kalimat "Mohon Doa Restu" dan "Selamat Menikmati" yang tertera di dinding
pesta, tapi sertakan juga tulisan yang cukup besar
"Terima Kasih untuk Tidak Mubazir".

Mungkinkah?.......
posted by Heru Hastowo @ 11:18 AM   0 comments
Energi Positif


Di Philadelphia, Amerika Serikat, ada seorang Resepsionis Hotel yang senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu-tamu yang datang di Hotel tempat ia bekerja.
Selama bertahun-tahun dia bekerja, tidak pernah ada kenaikan jabatan atau kenaikan gaji yang signifikan, tetapi itu semua tidak menghentikannya untuk memberikan pelayanan terbaik.
Hingga suatu ketika, dia mendapat sebuah undangan dan tiket untuk pergi ke New York oleh seseorang yang mengaku mengenalnya.
Setibanya di New York dia dijemput oleh seorang pria tua, mereka kemudian pergi ke sebuah perempatan besar, di sana pria tua itu menunjuk sebuah bangunan mewah dihadapannya sambil berkata “ itu adalah Hotel yang saya bangun khusus untuk anda, dan saya ingin anda menjadi Manajer di Hotel saya itu”
Si Resepsionis tersebut terkejut dan kemudian bertanya : “Siapa sebenarnya anda ini, dan mengapa anda lakukan ini semua untuk saya ?”
Pria tua itu menjawab : “… mungkin anda masih ingat ketika dua tahun yang lalu, saya dan istri saya datang ke Hotel tempat anda bekerja untuk menginap, tetapi ternyata kamar di Hotel tersebut sudah penuh sama seperti Hotel-hotel lain disekitarnya, namun saat itu anda memberikan saya kamar yang seharusnya menjadi jatah anda, dan anda memilih untuk tidur di Sofa daripada membiarkan saya tidak memiliki tempat menginap, lalu saat itu saya berjanji pada diri saya sendiri, bahwa suatu saat nanti saya akan membangun sebuah Hotel untuk anda”
Pria tersebut adalah William Astor, sedangkan Hotel yang dibangunnya adalah Waldorf Astoria Hotel yang pertama, dan Resepsionis itu bernama George C. Bold, yang akhirnya menjadi Manajer pertama di Hotel tersebut.
Beragam kisah tentang seseorang yang memperoleh keberuntungan dan juga Rezeki Nomplok.
Diantaranya ada Tukang Becak yang mampu pergi Haji, ada Office Boy yang kemudian menjadi Vice President pada sebuah Bank bertaraf Internasional, semua penumpang Adam Air selamat padahal pesawat telah kehilangan sistem Navigasi, ada Loper Koran yang memenangkan hadiah total Rp.500.000.000 ketika mengikuti Kuis di salah satu TV Swasta, dan masih banyak lagi cerita-cerita keberuntungan lainnya.
Semua kejadian itu, bukanlah kebetulan semata, ternyata ada mekanisme atau hukum alam yang menjamin bahwa kebaikan yang kita lakukan pasti akan berbuah keberuntungan.
Hukum alam itu adalah Hukum Kekekalan Energi, dimana hukum ini menyatakan bahwa Energi di dunia ini tetap dan tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah berubah bentuk.
Setiap hari kita mengeluarkan energi, dan ketika kita bekerja, menjamu tetangga, bermain dengan anak-anak dan sebagainya, semua mengeluarkan Energi.
Energi tersebut tidak akan pernah hilang, dan Energi itu akan menghasilkan Energi dalam bentuk lain yang dapat kita rasakan.
Gerakan tangan menjadi sebuah tulisan, berolahraga menghasilkan badan sehat, menuntut ilmu menghasilkan luasnya wawasan, senyuman menjadi rasa cinta, kunjungan ke rumah sahabat atau saudara menambah keakraban dan sebagainya dan sebagainya.
Kesungguhan dan keseriusan akan menghasilkan sebuah Prestasi, karena Energi tak akan hilang dan hanya berubah bentuk, maka setiap kebaikan yang kita lakukan tidak akan pernah sia-sia.
Energi positif (kebaikan) yang kita lakukan pasti akan berbuah sesuatu yang positif beberapa saat setelah kita melakukan atau berbuah di kemudian hari.
Jadi, bila kehidupan anda ingin dipenuhi keberuntungan-keberuntungan dan kebahagian maka lakukanlah banyak Energi Positif berupa kebaikan sekarang juga.
Saya yakin kelak anda akan memanen buah dari benih kebaikan yang telah anda lakukan saat ini.
Oleh karena itu, bergegaslah sekarang juga untuk menebar Energi Positif, karena suatu saat nanti, pasti banyak keberuntungan hidup menjemput anda.
.
posted by Heru Hastowo @ 10:42 AM   0 comments
AZAN ( The Amazing Phenomenon ).



Amazing as it sounds, but fortunately for the Muslims of the world, it is an established fact.
Have a look at a map of the world and you will find Indonesia on the eastern side of the Earth.
The major cities of Indonesia are Java, Sumatra, Borneo and Celebes.
As soon as dawn breaks on the Eastern side of Celebes, at approx. 05:30 AM local time, Fajar Azan begins.
Thousands of Muazins in Indonesia begin reciting the Azan, the process advances towards West Indonesia.
One and a half hours after the Azan has been completed in Celebes, it echoes in Jakarta, Sumatra then follows suit and before this auspicious process of calling Azan ends in Indonesia, it has already begun in Malaysia. Burma is next in line, and within an hour of its beginning in Jakarta, it reaches Dacca, the Capital City of Bangladesh.
After Bangladesh, it has already prevailed in Western India, from Calcutta to Srinagar.
It then advances towards Bombay and the environment of entire India resounds with this proclamation.
Srinagar and Sialkot (a City in North Pakistan) have the same timingfor Azan.
The time difference between Sialkot, Quetta and Karachi is forty minutes, and within this time, Fajar Azan is heard throughout Pakistan.
Before it ends there, it has already begun in Afghanistan and Muscat.
The time difference between Muscat and Baghdad is one hour.
Azan resounds during this one hour in the environments of Hijaaze Muqaddas (Holy Cities of Makkah and Madinah), Yemen, United Arab Emirates, Kuwait and Iraq.
The time difference between Baghdad and Alexandria in Egypt is again one hour.
Azan continues to resound in Syria, Egypt, Somalia and Sudan during this hour.
The time difference between Eastern and Western Turkey is one and a half hours, and during this time it is
echoed with the call to prayer.
Alexandria and Tripoli (Capital of Libya) are located at one hour's difference.
The process of calling Azan thus continues throughout the whole of Africa.
Therefore, the proclamation of the Tawheed and Risaalat that had begun in Indonesia reaches the Eastern Shore of the Atlantic Ocean after Nine and Half hours.
Prior to the Azan reaching the shores of the Atlantic, the process of Zohor Azan has already started in east Indonesia, and before it reaches Dacca, Ashar Azan has started.
This has hardly reached Jakarta one and half hours later, the time of Maghrib becomes due, and no sooner has Maghrib time reached Sumatra, the time for calling Isha Azan has commenced in Celebes, when the Muazins of Indonesia are calling out Fajar Azan, the African Muazins are calling the Azan for Isha.
If we were to ponder over this phenomenon thoughtfully, we would conclude the amazing fact that there is not even a single moment when hundreds of thousands of Muazins around the world are not reciting the Azan on the surface of this Earth.
Even as you read this material right now, you can be sure there are at least thousands of people who are hearing and reciting the Azan!!!
Allah said, "If you are ashamed of me, I will be ashamed of you"
If you are not ashamed, please send this message ..."Yes, I love Allah, Allah is my fountain of Life and My Savior Allah keeps me going day & night. Without Allah, I am no one. But with Allah, I can do everything. Allah is my strength." Hamba Allah, Allahu Akbar
posted by Heru Hastowo @ 9:16 AM   0 comments
4 Golongan Laki-Laki yang Ditarik Wanita Ke Neraka



Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan ahli (keluarga) mu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;…
— Q.S. At-Tahrim (66 : 5)



Betapa hebatnya daya pikat dan tarikan wanita, bukan saja di dunia. Namun di akhirat pun demikian, maka kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, abang, atau anak harus memainkan peranan mereka dengan sungguh-sungguh. Seorang wanita itu apabila di yaumil alkhirat nanti akan menarik empat golongan lelaki bersamanya ke dalam neraka. Tulisan ini bukan untuk merendahkan wanita, tetapi sebaliknya supaya kaum lelaki memainkan peranannya sesuai hak dan seksama, serta berwaspada akan tanggung jawab yang dipikul di dunia!

Ayahnya Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar sholat, mengaji, dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup hanya memberi kemewahan dunia saja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

Suaminya Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar rumah,menghias diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan muhrim. Apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, misalkan sholat tidak lalai, puasa tidak tinggal, maka dia akan turut ditarik oleh isterinya kelak.

Abangnya Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga wanita jatuh ke pundak abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja, sementara adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran Islam, tunggulah tarikan sang adik wanita di akhirat nanti.

Anak lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati ibu perihal tindak-tanduk yang menyimpang dari Islam. Bila ibu membuat kemungkaran pengumpat, bergunjing, dan lain sebagainya maka anak lelaki itu akan ikut di tanya serta diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.
Dikutip dari arsip UNIC Virtual Komuniti dan situs web KotaSantri dengan perubahan seperlunya tanpa mengubah makna
posted by Heru Hastowo @ 8:05 AM   0 comments
Manajemen Waktu, sebuah ilustrasi



Suatu hari, seorang ahli “Manajemen Waktu” berbicara didepan sekelompok mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah dilupakan para siswanya.
Dia mengeluarkan toples berukuran satu galon yang bermulut cukup lebar, dan meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekira selusin batu berukuran segenggam tangan, dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu kedalam toples.
Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yang muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” Semua siswanya serentak menjawab, “Sudah.”
Kemudian dia berkata, “Benarkah?” Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga ke rikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, “Apakah toples ini sudah penuh?” Kali ini para siswanya hanya tertegun, “Mungkin belum”, salah satu dari siswanya menjawab.
“Bagus!”, jawabnya. Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan.
Sekali lagi dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” “Belum!” serentak para siswanya menjawab. Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples, sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.
Lalu si ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya, “Apakah maksud dari ilustrasi ini?” Seorang siswanya yang antusias langsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya” “Bukan”, jawab si ahli, “Bukan itu maksudnya”.
Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa: Kalau kamu tidak meletakkan batu besar itu sebagai yg pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya ke dalam toples sama sekali. thanks to firman pribadi
posted by Heru Hastowo @ 7:56 AM   0 comments
dua hal yang saya benci
Friday, October 06, 2006

Ada dua hal yang saya benci dalam berkendara : Polisi Tidur ( PT ) dan Lampu Merah ( LM ).
PT saya benci karena onggokan melintang di tengah jalan itu sering kali membuat perut kita terguncang apalagi di atas motor saya yang shocknya udah mati, yang paling menjengkelkan kalau ada PT yang tingginya gak main-main yang mungkin lebih tepat disebut Tentara Tidur.

LM saya benci karena bila di lampu merah, kita seakan-akan berada pada garis start sebuah race, semua mau jalan dahulu, belum lagi bila lampu hijau sudah menyala dapat dipastikan bunyi klakson pengendara di belakang memekakkan telinga, padahal siapa sich yang mau "tidur" di lampu merah? yang jelas ini menyangkut perilaku kita dalam berlalu lintas, merasa paling laju, paling besar dan paling-paling lainnya. jadi Stop membunyikan klakson di lampu merah!!!
posted by Heru Hastowo @ 8:53 AM   0 comments
Kiat Mencintai Sepenuh Hati

Manusiawi sekali kalau kamu ingin dicintai.
Cinta memang indah, menggairahkan dan mempesona.Namun kamu tidak bisa meminta atau memaksa orang lainmencintaimu.
Satu-satunya cara yang bijak untuk dicintai adalah dengan melupakan keinginan dicintai dan mulai mencintai
1. Mencintai berarti merindukannya. Kerinduanmu menyiratkan betapa berartinya dia bagimu sehingga kepergiannya membuat kamu merasa kehilangan , betapa kamu ingin selalu bersamanya , dan betapa waktu terasa lama ketika dia tidak berada disisimu. Ungkapkanlah kerinduanmu ketika kalian tidak bertemu dalam waktuyang cukup lama atau terpisah dengan jarak yang cukupjauh. Jangan tahan rasa rindumu , dan jangan biarkan dia menanti ungkapan kerinduanmu.
2. Mencintai berarti memotivasinya. Doronglah kekasihmu untuk meraih cita-citanya , untuk bangkit dari kegagalan , untuk berani mengambil keputusan penting yang sudah ditundanya, dsb.
3. Mencintai berarti memaafkannya. Karena kekasihmu juga seorang manusia biasa yang bisa salah, makap emberian maaf adalah salah satu bukti cintamu padanya. Belajarlah untuk mudah memaafkan kekasihmu setiap kali dia melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang tidak prinsipil. Bahkan untuk kesalahannya yang cukup besar pun kamu perlu memaafkannya setelah persoalannya dibicarakan secara terbuka. menyimpan kesalahan akan merusak hubungan cinta yang sudah lama terjalin.
4. Mencintai berarti menyadarkannya. Meskipun cinta sejati menutupi banyak kesalahan , namun cinta juga mengoreksinya, memperingatkannya dan menegurnya bila dianggap perlu. Ketika kekasihmu melakukan hal-halyang buruk , ketika dia hendak mengambil keputusan yang bodoh dan berbahaya , saat itulah kamu perlu menyadarkannya.
5. Mencintai berarti peka terhadap keinginan dan kebutuhannya. Kalau kekasihmu seorang yang terbuka ,kamu akan lebih mudah memahaminya. Tapi kalau dia tertutup , sebaiknya sering-seringlah menanyakan kepadanya. Jangan sampai tanpa sadar kamu mengulang-ulang kebiasaan yang dibencinya, tapi jarang melakukan apa yang disukainya.
6. Mencintai berarti berterima kasih . Berterima kasih atas kerelaannya menjadi kekasihmu , atas kesetiaannya dan atas pengorbanannya . Terimalah dengan penuhp enghargaan ungkapan kasih sayang yang ditunjukkannya dalam bentuk apapun . Jangan mematikan gairah cintanya dengan sikap dingin dan pasif. Ungkapkanlah rasa terima kasihmu dengan ucapan yang manis, senyuman atau pelukan.
7. mencintai berarti mempercayai dan memberinya kesempatan untuk membuktikan ketulusan dan kesetiaannya kepadamu. Jangan membebani dia dengan rasa cemburu dan rasa takut kehilangan dia. Jangan mengekangnya hanya karena kamu kurang mempercayainya.
8. Mencintai berarti selalu berusaha untuk membahagiakannya. Ketika kamu ikut andil dalam membuatnya bahagia , maka kebahagiaannya akan menjadi sebagian dari kebahagiaanmu . Jangan pelit untuk berkorban bagi orang yang kamu cintai.
9. Mencintai berarti memberinya kebebasan untuk mengungkapkan perasaan-perasaannya , termasuk keluhan' kemarahan , harapan dan kekecewaannya. Jadilah pendengar yang baik agar kamu bisa lebih memahami isihati dan masalah yang dihadapinya. Jangan biarkan dia memendam perasaannya karena merasa malu dan segan, jangan biarkan dia membungkam mulutnya karena merasatakut , dan jangan biarkan dia selalu mengalah karena ingin menghindari konflik dengan kamu.
10. Mencintai berarti menghargainya dan membuatnya merasa puas menjadi dirinya. Hargailah kekasihmu sebagai pribadi yang istimewa . Buatlah hatinya selalu berbunga-bunga dengan pujian dan kekagumanmu padanya.Jangan pernah merendahkan dan menghinanya , meskipun dalam konteks bercanda.
posted by Heru Hastowo @ 8:43 AM   0 comments
Thursday, October 05, 2006
http://www.islamlib.com
posted by Heru Hastowo @ 10:58 AM   0 comments
BP dan Jeruk
Anak gadisku, Earlene, yang berumur 2 tahun kian hari kian sering membuat kelucuan yang menurut saya asli milik anak seusianya. Di usianya sekarang dia sudah mulai bisa berbicara satu dua kata yang di sambung tentu dengan aksen cadel khas anak-anak.

Tapi yang membuat saya saban hari tertawa sendiri adalah dua kata yang seakan begitu melekat di mulutnya. Kata itu adalah : BP dan eyuk ( maksudnya: jeruk ). BP adalah Bontang Plaza, mall kecil kebanggaan Bontang yang ada di Kilo 6, tapi di kaca mata anak saya semua toko yang menjual jajan kesukaannya seperti nyam-nyam, permen, taro, oreo dll adalah BP. Cuman untuk membedakannya, masih dari kaca mata dia, toko-toko selain BP disebutnya " BP kecil" dan BP yang sebenarnya disebut "BP Besar" . Seperti warung sebelah rumah mili Bu Kosim disebutnya BP kecil sama halnya dengan mini market dekat rumah : taniamart. Earlene akan sangat senang bila permintaannya : " Daddy, BP..! " akan dipenuhi meski cuman masuk ke BP kecil ato BP Besar hanya untuk membeli sebungkus taro, bukan jumlah item yang dibeli tapi wisata matanya yang penting, mungkin begitu yang ada di pikirannya.

Ihwal " eyuk", dia akhir-akhir ini suka sekali makan jeruk manis, dia juga akan sumringah bilah kata " Daddy eyuk.." dipenuhi dengan satu syarat mengupas kulitnya adalah domainnya dan tidak boleh dibantu, biar saja biar dia mandiri kata ibunya.
posted by Heru Hastowo @ 9:44 AM   0 comments
Pete-Pete dan Kata-Kata
Wednesday, October 04, 2006
saya ambil dari Panyingkul.com
sekedar kenangan pada Kota Tercinta
Bila memerhatikan kendaraan yang lalu-lalang di jalan-jalan kota Makassar, kita akan menemui begitu banyak kata dan kalimat di kendaraan itu, yang bisa saja membuat kita tertawa – bahkan sampai terpingkal. Entah tersebab kalimat itu memang lucu adanya, ataukah juga karena salah eja (atau dalam bahasa Makassar disebut okkot), seperti pengamatan citizen reporter Anwar Jimpe Rachman. (p!)

”Biar Miskin Asal Senam”. Itulah tulisan yang terpampang gagah di sebuah becak di sekitar kawasan Kampus Universitas Hasanuddin, Tamalanrea. Barangkali saja maksudnya, adalah ”Biar Miskin Asal Senang”. Tapi sebaiknya jangan buru-buru menuding tulisan itu okkot alias salah ejaan. Bisa jadi memang yang dimaksud adalah ”senam”. Siapa tahu artinya, dengan melakukan senam si pemilik becak bisa menghibur diri dari himpitan kemiskinan hidupnya. Dengan kata lain, biar miskin, tetaplah berolahraga!

Lain lagi dengan kreativitas sejumlah pengemudi truk. Masih di kawasan Tamalanrea juga, sebuah truk besar yang melintas memajang kalimat ini: ”Tidur di mana engkau semalam, wahai perempuan pengecut?” Kalimat itu terbaca jelas di penahan lumpur di atas ban belakang truk itu. Bila dibaca pelan-pelan, kalimat tanya itu seakan memendam amarah sang pengemudi truk. Sedangkan sebuah truk lainnya menulis kata-kata yang sangat provokatif di belakang truknya: ”Pelarian dari Neraka” Wah! Kata-kata ini meski terdengar seram tapi tetap saja mengundang senyum.
Kata-kata yang unik dan lucu pun banyak terdapat di sejumlah mikrolet atau pete-pete. Dengan mudah, misalnya, kita temukan tulisan yang merujuk nama tokoh terkenal di pete-pete yang beroperasi di Makassar dan sekitarnya. Entah karena sang sopir menyatakan kekaguman pada tokoh yang dimaksud ataukah sekadar mencoba gagah-gagahan. Beberapa pemilik angkutan jalur khusus Kampus Unhas - Panakkukang, dengan cat semprot, menghiasi kaca mobilnya dengan gambar legenda hidup musik Indonesia, Iwan Fals. Meski ada satu dua pete-pete yang menuliskannya “Iwan Pals”. Tapi tentu kita paham tokoh yang dimaksud tetaplah sama.
Sebuah pete-pete jalur Kampus Unhas - Cendrawasih juga menempel selembar stiker bergambarkan Ernesto Guevara de la Serna di pintu mobilnya. Tokoh revolusi Amerika Latin ini lebih dikenal dengan nama “Che Guevara”, lengkap dengan topi baret, dan brewoknya, terpajang rapi di badan pete-pete itu. Di seluruh dunia, gambar Che Guevara memang sangat populer terpajang di poster, di baju kaos dan asesori lainnya. Tapi di pete-pete itu namanya berubah menjadi ”She”, bukannya ”Che”. Aduh! Apa kata para pengagum penulis The Motorcycles Diaries itu kalau melihat nama sang jagoan yang berubah ”She” seperti yang tertera di bawah stiker tersebut?
Ternyata, meluangkan waktu memerhatikan kata dan kalimat di kendaraan yang datang dan pergi di Makassar menjadi keasyikan tersendiri. Dari pete-pete yang memenuhi jalan utama saja, dalam satu hari bisa ditemukan berbagai kata yang menjadi hiburan. Di suatu siang yang gerah tiba-tiba misalnya melintas pete-pete dengan tulisan:”Jangda Calleda (maksudnya Janda Calleda [genit -ed])”, ”Aku Pergi untuk Kembali” dan juga ”Virdaus”. Nah, mengenai kata ”Virdaus” ini mungkin maksudnya ”Firdaus”, yang berarti surga dalam Bahasa Arab. Tapi toh bukankah bunyi ”v” dan ”f” terdengar sama. Mau protes? Sebaiknya tidak perlu, karena sang sopir berkata, ”Sama ji artinya toh?”

Banyak juga pete-pete yang memilih menuliskan nama orang tertentu, entah nama pemilik kendaraan, kekasih, isteri atau mantan pacar, yang mungkin hanya sang sopir saja yang tahu siapa gerangan yang dimaksud. Maka bertebaranlah nama-nama semisal: ”Sartika”, ”Gadisku” atau ”Sakura”. Dan di tengah kota, terlihat juga pete-pete yang mencoba menarik perhatian dengan memasang kata : ”Geger” di kaca belakangnya.
Namun kata-kata yang membuat pembacanya pusing untuk mencari maknanya pun ada, semisal sebuah pete-pete yang memasang kata tanya: ”Mengapa Nurani”. Ini maksudnya apa ya?
Soal kata-kata ini, salah seorang sopir pernah sedikit berteori menjelaskan bahwa itu adalah penanda pengungkapan jati diri mereka dan sekaligus kepemilikan mereka terhadap kendaraan itu. Mungkin ada benarnya, kata-kata yang kita baca di kendaraan itu merupakan suara hati sang pemilik kendaraan. Entah kata-kata yang bertanya, menggugat, menyatakan diri sedang patah hati atau jatuh cinta, dan sebagainya. Tapi satu yang pasti, kreativitas sekaligus kejujuran para sopir atau pemilik kendaaraan menuliskan kata-kata itu adalah hiburan, yang bisa membuat kita tersenyum, bahkan terpingkal
. (p!)
*) Sejumlah bahan dalam tulisan ini merupakan masukan dari Muhammad Ridwan Alimuddin
posted by Heru Hastowo @ 2:36 PM   0 comments
Meranik!
Meranik !

Merunut sautu pelneitian di Uinervtisas Cmabridge,
atruan hruuf dlaam ktaa tiadk penitng.
Ckuup huurf petrama dan trekahhir ynag ada pdaa tepmatyna.
Siasyna bsia dtiluis bernataakn, teatp ktia daapt mebmacayna.
Ini dsieabbkan kaerna oatk ktia tdiak mebmcaa h
uurf per hruuf, nmaun ktaa per ktaa.Laur bisaa kan?

So, Jagnan Pisnug Yaaa
posted by Heru Hastowo @ 1:55 PM   0 comments
MARHABAN YAA SYAUM
Marhaban Yaa Ramadhan..

Welcoming the forthcoming holy month, the blessed Ramadhan.
I beg your forgiveness for my mistakes, my past’s, my present’s and my future’s.
The remembered and the forgotten, the most invisible sin to the giant heartbreaking.

May we still brothers, sisters, or friends, doesn’t matter who you are or what you are; muslims, christians, catholics, hindus, or buddhas… It doesn’t matter
May we all live in peace… And I beg your forgiveness
posted by Heru Hastowo @ 10:52 AM   0 comments
Saya Adalah . . .

" Lelaki Kecil dari Kota Kecil di Sudut Kalimantan bagian Timur, Suami dan Ayah dari seorang isteri dan dua orang titipanNYA. Saya hanya manusia biasa yang berusaha menggunakan hati,pikiran dan rasa dalam meniti hidup yang semakin tidak jelas ini sehingga semua yang ada di dalam halaman ini hanyalah wujud dari berfungsinya ketiga elemen itu. "

Menu Hari Ini
Menu Lalu
Klik Juga
oggix.com : <a href=http://oggix.com> Free Shoutbox & Complete Blog Tools</a>
yang lagi liat :
page counter