Black box. Kata ini sering didengungkan apabila terjadi kecelakaan pesawat terbang. Alat inilah yang dicari pada waktu pesawat mengalami musibah. Kalau Anda membayangkan bahwa alat itu hitam, enyahkan segera pikiran itu. Warna black box adalah oranye. Mengapa warnanya orange ? Ternyata tidak ada alasan apapun, warna ini menurut standar International Civil Association Organization (ICAO) saja . Black box dalam setiap pesawat ada dua macam. Keduanya terdiri dari tiga bagian. Pertama adalah kotak yang menghubungkan black box dengan instrumen yang akan direkam. Kedua adalah kotak tempat alat untuk merekam berada seperti kaset, CD, atau chip. Sedangkan yang bundar adalah Underwater Locator Beacon (ULB) yang bisa dilacak sinyalnya apabila pesawat jatuh ke dalam air.
Cockpit Voice Recorder (CVR) berukuran 30 x 12,5 cm, untuk merekam percakapan pilot, kopilot, pilot dengan ATC, serta para awak pesawat. Sedangkan satunya bernama Flight Data Recorder (FDR) berukuran 49 x 12,5 cm yang merekam data-data teknis pesawat seperti ketinggian, kecepatan, putaran mesin, radar, auto pilot dan lain-lain. Ada 5 sampai 300 parameter data penerbangan yang direkam dalam black box ini.
Data lapangan yang dimaksud dapat dikumpulkan dari sejumlah tempat antara lain data cuaca pada BMG, rekaman percakapan dengan ATC, riwayat pemeliharaan mesin, dan data jam terbang pesawat.
Sistematika kinerjanya, semua data dikumpulkan oleh kotak instrumen, dan direkam dalam kaset, CD atau chip. Durasi perekamannya 30 menit untuk CVR. Maksudnya setiap 30 menit data percakapan akan terhapus dan diganti dengan yang baru secara otomatis. Sedangkan FDR mempunyai durasi rekaman hingga 25-30 jam, yang berarti selama 25-30 jam tersebut data akan terhapus dengan sendirinya. Alat ini akan hidup secara otomatis apabila mesin pesawat dihidupkan.
Data yang telah diperoleh tersebut ditampilkan dalam bentuk grafik maupun transkrip apabila data tersebut berupa percakapan. Kemudian bisa divisualkan dengan animasi melalui software, yang salah satunya bernama Insight View. Jadi bisa diperkirakan posisi pesawat terakhir sebelum kecelakaan. Visualisasi itu bisa memonitor seperti layaknya ada di dalam cockpit, bisa pula memonitor seperti di luar pesawat. ( dari berbagai sumber ) |