 Poso bergejolak lagi, 20 DPO ( warga sipil ? ) dan 1 aparat tewas dalam baku tembak. Siapa yang akan disalahkan? Polisi dianggap terlalu refresif dan mengabaikan upaya-upaya persuasif. Pertanyaan yang mengemuka kemudian sebenarnya apa yang menjadi penyebab kerusuhan dan gejolak di Poso ? Siapa di balik semua aksi-aksi kekerasan? Betulkah "kerusuhan" di Poso sengaja diciptakan dan pelihara oleh TNI untuk berbagai kepentingan ? Betulkah konflik ini adalah konflik agama dan gesekan antar tokoh politik ? Betulkah Jamaah Islamiyah ( JI ) ikut bermain dan adanya korelasi dengan Pesantren Nguruki karena terdakwa Hasanuddin adalah alumni Ngruki ? TERLALU SARAT DENGAN KEPENTINGAN!!! Intinya menurut saya, segera hentikan dan selesaikan konflik Poso -apapun alasan dan kepentingannya- secara menyeluruh agar masyarakat yang tidak mengerti apa-apa dapat hidup dengan tenang. Semua pihak harus dengan rela melepaskan kepentingan apapun yang melekat, duduk bersama dengan niat bersih untuk menyudahi konflik ini, hilangkan semua dendam yang ada. Semua pihak : tokoh agama, tokoh masyaratakat, birokrat, aparat TNI/Polisi harus dengan ikhlas menyelesaikan kasus ini. |