 Banyak pelajaran dan hikmah yang dapat kita petik dari seorang Bakri - Nelayan sederhana penemu tail horizontal stabilizer Pesawat Boeing 737-400 Kl 574 milik maskapai Adam Air yang hilang dalam penerbangan Surabaya - Manado 1 Januari lalu. Ketulusan menjalani hidup yang semakin menghimpit, kerja keras dan rasa tanggung jawab terhadap keluarganya. Di tengah hiruk pikuk pencarian pesawat naas tersebut, Bakri seolah tidak "tersentuh" dengan semua itu. Tanggung jawab sebagai warga kehidupan mengalahkan rasa empati dan kepeduliannya. Mungkin dalam pikirannya biarlah orang-orang pintar yang mengurusnya, karena sayapun punya tanggung jawab tapi bukan berarti saya tidak peduli dan prihatin. Ketulusannya menjalani hidup membuatnya menjadi "orang terpilih" dan "perantara" ditemukannya potongan Adam yang menjadi tabir pembuka misteri pesawat naas tersebut. Dan ketika dia diganjar 50 juta untuk "temuannya" ini, rasanya pantas-pantas saja. yah, ketulusan senantiasa membawa rahmat! ( postingannya telat gara-gara Blog yang lagi error ) |