
 B a n j i r !!!! Banjir '5 tahunan' ini semakin lebih parah dan meluas. Solidaritas sosial begitu penuh, saling menolong saling berbagi rasa. Hanya sekedar menelpon, ngobrol mencairkan rasa sendiri yang terkurung banjir agak mengobati. Menampung kenalan/teman yang tempat tinggalnya terkena banjir. Petugas pintu air di beri kewenangan untuk membuka/menutup pintu-pintu air membagi sama rata air bah ke semua kawasan. Sehingga kawasan yang semula tidak pernah banjir menjadi kena banjir. Yang dulunya kena banjir sampai seatap rumah cukup bersyukur hanya sampai sedada manusia dewasa. Jakarta masih dalam keadaan darurat.Tetapi ada juga yang memandang bahwa banjir sudah jadi tradisi; mereka menontondari rumah-rumah yang sudah dipersiapkan untuk menghadapi banjir; rumah bertingkat.Banyak kerumunan orang-orang di pinggir sungai yg hanya dilalui air bah; untuk memancing mencari ikan terbang.Banyak orang bahkan mengais keuntungan di banjir; mengkomersilkan gerobak-gerobak sampah untuk transportasi. Dalam musibah selalu ada berkah. Dibalik itu ada juga potret kehidupan yang masabodoh atau tidak peka? Di kawasan pertokokan di Jakarta Selatan, di lingkungan perumahan mewah yang sama sekali tidak tersentuh banjir sedikitpun; kehidupan berjalan seperti biasa. Lalu lalang pengunjung yang wangi, toko-toko dengan musik yang hingar bingar seperti tak pernah terjadi sesuatu.Tak ada leaflet anjuran menyumabng atau kotak-kotak untuk penggalangan dana yang tersedia.Padahal 1 kilometer dari pusat pertokoan sedang terjadi bencana yang memerlukan bantuan logistik. Dimanakah nurani kita? |