Akhirnya selesai juga membacanya, berikut sedikit resensinya :Bersetting kota Paris dan dan pemandangan Asia tengah yang penuh pesona, novel baru dari pengarang best-seller internasional The Alchemist dan Eleven Minutes ini mengisahkan perjalanan seorang lelaki untuk menemukan istrinya yang telah meninggalkannya tanpa pesan. Kaya dan tenar, si penutur (Aku) dalam novel The Zahir ini adalah novelis best seller yang tinggal di Paris dan menikmati segala keistimewaan yang bisa diberikan oleh uang dan ketenaran. Istrinya, Esther, yang telah dinikahinya selama sepuluh tahun, adalah seorang jurnalis berita perang, yang meskipun sukses dari segi profesi dan bebas dari segala belenggu norma perkawinan konvensional (perkawinan mereka kurang lebih sebagai sebuah perkawinan permisif dengan hubungan yang ‘terbuka’, pen.), namun menghadapi krisis eksistensi. Saat Esther tiba-tiba menghilang dengan seorang lelaki bernama Mikhail, yang mungkin saja kekasih selingkuhannya, pihak yang berwewenang menanyai sang suami. Apakah sang istri diculik, dibunuh, atau apakah ia hanya meghilang agar terbebas dari perkawinan yang tak membahagiakan? Si penutur tak punya jawaban namun ia sendiri juga punya banyak pertanyaan. Lalu suatu saat, Mikhail, lelaki yang terakhir kali terlihat bersama Esther. Menemui si penutur dan berjanji akan mempertemukan si penutur dengan istrinya. Dalam usahanya untuk menemukan kembali cinta yang hilang, si penutur menemukan sesuatu yang tak terduga tentang dirinya sendiri. Sebuah kisah yang tak terlupakan dan membebaskan, tentang sisi gelap obsesi. Novel Zahir menjelajahi potensi sebuah bacaan untuk memenuhi mimpi-mimpi kita dan juga untuk menghancurkannya. Juga merupakan meditasi penuh perenungan terhadap makna iman, ketenaran, perkawinan, dan kaitannya dengan kebebasan dan kreatifitas. Berbagai Komentar "Pers menyebutkan sekitar 65 juta kopi buku Coelho sebelumnya tercetak di seluruh dunia, memantapkan posisi pengarang Brazilia ini sebagai salah satu novelis paling laku sedunia (karyanya beredar di 150 negara dan dicetak dalam 56 bahasa). Buku ini, yang judulnya bermakna keberadaan atau keterlihatan dalam bahasa Arab, mengawali peredarannya dengan 8 juta kopi di 83 negara dan 42 bahasa. Buku ini berkisah tentang pencarian Aku si penutur akan istrinya yang hilang, Esther, seorang jurnalis yang baru saja meninggalkan Iraq oleh karena perang yang kian berkecamuk, namun tiba-tiba menghilang begitu saja di Paris. Si penutur, seorang pengarang, terbebas dari kecurigaan setelah Marie, kekasih (gelapnya) memberi alibi. Si penutur lalu berusaha mencari Mikhail, lelaki yang diduganya pacar (selingkuhan) teranyar Esther dan lelaki yang terakhir terlihat bersama Esther, juga lelaki yang meninggalkan tanah airnya Kazakhstan untuk melakukan lawatan dakwah tentang cinta. Mikhail lalu memperkenalkan si penutur pada kaum pencari spiritual bawah tanah di seluruh dunia yang menolak, secara halus, untuk hidup secara konvensional. Melalui perjalanan si penutur dari Paris ke Kazakhstan, Coelho menjelajah berbagai arti cinta dan kehidupan, namun akibat dari pelajaran ini kian memudar setelah diulang-ulang melalui berbagai cara dan berbagai tokoh. Lalu kemudian, 65 juta pembaca tak mungkin keliru; gaya kepenulisan Coelho yang lapang namun menggugah yang menggerakkan The Alchemist, Eleven Minutes dan buku Coelho lainnya, menghela para penggemar Coelho memahami beragam cara dan makna cinta.” Publishers Weekly (Copyright Reed Business Information, Inc.)
"Coelho terus membuktikan dirinya sebagi seorang penulis fabel kontemporer, merajut cerita yang memukau namun di saat yang sama juga mencari pencerahan. Tuturan(nya) yang memikat menawarkan perenungan pribadi yang dalam akan makna dan kekuatan cinta." Booklist
"Coelho… telah menulis kisah mencerahkan tentang iman dan reklamasi cinta yang murni " Library Journal
"Sebagai sebuah novel, Zahir gagal memberikan bahkan kisah yang paling sederhana sekalipun, walaupun novel ini juga mengandung egotisme kuat, diilhami oleh arogansi, yang dibungkus sebagai suatu pencerahan spiritual...." Baltimore Sun
Tentang Pengarang
Paulo Coelho lahir di Rio de Janeiro, Brazil, kota di mana ia kini bermukim. Kehidupannya sendiri, sebagaimana halnya tokoh-tokoh protagonis dalam karya-karya yang mendunia, penuh warna dan tak biasa. Seperti halnya tokoh-tokohnya, Paulo Coelho juga bertualang dalam mewujudkan mimpi-impinya. Mimpinya, menjadi seorang penulis, harus berhadapan dengan rasa frustrasi di hampir sepajang usia mudanya, di mana ia berulang kali berganti profesi. Beberapa profesi tersebut secara materil mencukupi, namun tidak secara spiritual. “Saya selalu tahu”, katanya, “bahwa Legenda Pribadi saya, menggunakan istilah dari Sang Alkemis, adalah menulis.” Ia berusia 38 tahun saat menerbitkan bukunya yang pertama.
Tahun 1979, setelah memutuskan kalau sekolah hukum tak cocok baginya, ia berkelana ke Amerika, Afrika Utara, Mexico, dan Eropa. Kembali ke Brazil setelah dua tahun, ia memulai karir sebagai penulis lagu pop. Pada tahun 1974, ia sempat dipenjarakan oleh rejim militer yang saat itu berkuasa di Brazil. Pada tahun 1980, ia mendapat pengalaman paling menentukan dalam hidupnya. Ia berjalan kaki sepanjang lebih dari 500 mil menyusuri Jalan Santiago De Compostela di timur laut Spanyol . Di jalan kuno itu, jalan yang digunakan oleh jemaah dari Perancis untuk mencapai katedral yang konon menyimpan sisa jasad St. James, ia mencapai tataran kesadaran diri dan suatu kebangkitan sipritual yang kemudian ia gambarkan dalam The pilgrimage.
Pauolo Coelho pernah berkata bahwa mengkuti mimpi-mimpi sama dengan mempelajari bahasa asing : banyak kesalahan yang akan kau buat namun akhirnya kau akan tiba di tujuan. Pada tahun 1988, ia menerbitkan The Alchemist, novel yang menjelajahi tema ini, yang juga kemudian mengorbitkannya sebagai penulis best seller dunia. The Alchemist kemudian terjual lebih dari 11 juta kopi di seluruh dunia dan diterjemahkan ke dalam 41 bahasa. Di samping The Pilgrimage dan The Alchemist, Paulo Coelho juga menulis novel-novel memukau tentang berbagai perjalanan hidup, termasuk By The River Piedra I Sat Down and Wept, The Valkyries, The Fifth Mountain, dan Veronika Decides To Die. Pemenang sejumlah penghargaan sastra, Coelho juga menjadi pembicara utama untuk berbagai tema kemanusiaan. Tahun 1999, ia menerima Crystal Award for Artistic Achievement dalam Davos Economic Forum Conference. (Powell`s book dan Situs pribadi Coelho)
|