
Ada salah satu pesan dari sekian banyak pesan mendiang Almarhumah Nenek saya yang selalu saya ingat : HIndarilah Rumah Sakit dan Polisi. Tentu pesan ini adalah adalah eufemisme dari senantiasa hidup sehat dan selalu berbuat sesuai dengan norma dan hukum yang ada sehingga dapat terhindar dari urusan dengan Rumah Sakit dan Polisi.
Tapi berhubungan dengan dua institusi tentu tidak dapat kita hindari dengan berbagai alasan kepentingan dan tentu berhubungan dalam hal ini dalam konotasi yang baik. Semisal mengurus SIM atau menjenguk kerabat yang sakit. Berbicara tentang menjenguk kerabat atau rekan yang sementara terbaring di Rumah Sakit, terkadang saya berfikir bagaimana rasanya sakit dan berbaring di rumah sakit, dijenguk banyak orang sambil didoakan semoga cepat sembuh, minum obat daln lain-lain aktifitas orang sakit, hal ini terbayangkan oleh saya yang belum pernah di rawat di Rumah Sakit.
Mungkin karena kualat atau apalah istilahnya, Tanggal 6 Maret 2007 kemarin saya mendadak sakit yang menurut perkiraan saya penyebabnya karena kecapekan setelah Hari Minggunya saya ikut membantu tukang yang sementara pasang keramik dan plester di rumah mungil kami. Tadinya saya pikir ini hanya demam biasa dan jauhlah dari Rumah Sakit tapi ternyata karena rasa sakit yang tidak tertahan lagi, Rabu 7 Maret 2007 saya ke Rumah Sakit untuk sekedar kontrol tapi ternyata hasil diagnosa Dokter menyimpulkan saya terserang gejala malaria dan harus rawat inap, saya pun pasrah. Akhirnya apa yang selama ini hanya ada dalam bayangan saya terwujud juga, di rawat di Rumah Sakit dan dijenguk banyak orang. Kesimpulannya ternyata tidak ada enaknya menjadi orang SAKIT, tidak adanya enaknya dijenguk banyak orang dalam keadaaan sakit, badan rasanya gak enak, makan apalagi, semua terasa pahit belum lagi harus merasakan makan obat dan mesti diinfus . Betul-betul menyiksa bagi saya yang for the first time " menginap " di Rumah Sakit. Jumat 8 Maret 2007 akhirnya saya diperbolehkan pulang dengan sedikit merengek ke Dokternya bahwa kondisi saya sudah pulih. Pulang ke rumah dengan tekad tidak akan kembali lagi ke Rumah Sakit dan pesan nenek-pun akan saya patri di dalam hati. |