Sebuah hal yang ironi membaca hasil rilis dari Merryl Linch sebuah konsultan keuangan yang berbasis di Hongkong yang menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga di dunia dengan tingkat pertumbuhan orang kaya paling banyak. Tingkat pertumbuhan ini mencapai angka 16 % terpaut sedikit dengan India dan Hongkong pada angka 20 % sementara rata-rata pertumbuhan orang kya dunia hanya 8 %!. Orang kaya ini dihitung berdasarkan atas kepemilikan aset $1 juta ( setara 9 Milliar Rupiah ). Pertanyaannya sekarang berapa penduduk Indonesia yang berada di garis kemiskinan ? Berapa banyak saudara-saudara kita yang saban hari hanya makan nasi aking bahkan kekurangan pangan dan berapa jumlah anak-anak kita yang menderita busung lapar dan gizi buruk ? Kasus di Nusa Tenggara Timur dimana anak-anak kita menderita busung lapar bukan hal yang dibuat-buat dan menjadi potret nyata bahwa kemiskinan masih menjadi sahabat kita. Jadi abaikan saja peringkat pertumbuhan orang kaya dari Merry itu, mungkin lembaga ini akan lebih kaget lagi jika melihat kenyataan bahwa pertumbuhan orang miskin di negara kita jauh lebh besar ketimbang pertumbuhan orang kaya. Kalau saja mereka yang berkategori kaya ini mau berbagi tentu pertumbuhan yang 16 % itu bisa meningkat dn dengan sendirinya bisa mereduksi angka kemiskinan meskipun predikat miskin itu relatif.
|