
Dan waktu itu tiba juga, ketika sangkakala ditiupkan malam ini, aku hanya bisa tafakkur kembali mengenangmu dalam khidmat yang sungguh sangat. kau memberiku teramat banyak bekal menempuh perjalanan tak berujung ini kau memberiku kata bukan kalimat, kata yang kemudian kurangkai sendiri menjadi mantera kau memberiku pesan yang selalu mengingang di sudut hatiku semuanya kupintal dan kujadikan kayuh membelah laut pada kerontangan musim lalu Suatu saat kau menghujaniku dengan jargon yang sebenarnya teramat sudah bagiku namun bagimu itulah nafas hidup, cancut tali wondo, rame ing gawe sepi ing pamrih, ojo dumeh adalah sebagian dari itu meskipun suatu saat kita berada dalam perdebatan panjang tentang yer basuki mawa beya . Ada hal yang tak mungkin aku lupakan darimu : " jadilah lelaki sejati dimanapun kau berada, di peraduan awan atau di atas bara api sekalipun" 29/10/2007 ; in memoriam My Grandpa, Djabir Adi Sunyoto, lelaki jawa tulen yang dipunggungnya bumi terasa ringan dan mata hatinya adalah satu kesatuan kosmo. |