.:Lelaki Kecil dari Kota Kecil:.

Segala yang kudengar, kurasa, dan kulihat ........

 

Heru Hastowo
Allahumma inni As-alukaa ridhaaka wal jannah ...
Afiliasi

Free Blogger Templates

BLOGGER

Tulus, Ikhlas dan Sabar
Sunday, August 03, 2008

.......... maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.
( QS. Al Anfaal : 66 )


Selalu ada tempat untuk orang-orang yang ikhlas dan tulus serta sabar menjalani hidupnya dalam konteks apapun. Suroso, begitu dia memperkenalkan namanya ketika dua minggu lalu memperkenalkan namanya, pekerjaannya sopir mobil antar jemput sebuah Taman Kanak Kanak tempat Earlene - anak saya – bersekolah. Keihlasan dan ketulusan yang saya maksud adalah dia dengan penuh kasih sayang menjemput anak saya yang setiap hari harus dengan susah payah dibujuk untuk sekolah terutama pada awal-awal masuk sekolah karena mungkin kendala adaptasi. Suroso dengan ikhlas membujuknya dengan kata-kata yang menurut saya kata-kata khas seorang bapak kepada anaknya. Saya patut berterima kasih kepadanya karena dalam hal ini dia menggantikan ”posisi” saya sebagi bapak dari anaknya – minimal selama dalam perjalanan ke sekolah – dan ini yang membuat saya apresiatif kepadanya. Melihatnya secara sederhana bahwa memang sudah tugasnya menjemput dan mengantar anak-anak sekolah itu termasuk anak saya akan tetapi dia tulus menjalaninya terbukti bahwa dia begitu sabar membujuk anak saya untuk bersekolah, apa pedulinya kalau anak saya dan mungkin anak-anak lain tidak mau bersekolah toh tugasnya sebatas menjemput dan mengantar pulang tapi karena rasa ikhlas itu tadi – sekali lagi dalam konteks apapun kita melihatnya – ia berusaha melakukannya dengan baik dengan penuh keikhlasan, saya tidak melihatnya bahwa dari pekerjaannya itu dia memperoleh upah, bayaran ataupun penghasilan dan saya sudah mengeluarkan uang untuk layanan itu tapi lebih pada sesuatu yang ”hakiki”, keihlasan dan ketulusan. Hikmah yang dapat saya petik bahwa kesabaran, ketulusan serta keikhlasan selalu akan mendapat tempat. Selalu ada hikmah di sekeliling kita.
posted by Heru Hastowo @ 11:26 AM   1 comments
Menyayangi Orang Tua

Dunia semakin tua, dunia semakin panas dengan apa yang kita sebut dengan pemanasan global. Dunia semakin renta manusia semakin sesak. Nilai-nilai berubah karena derasnya arus globalisasi, dunia tanpa sekat membuat segalanya menjadi absurb dan tidak menjadi lebih arif. Nilai-nilai yang dulunya begitu ajeg diwariskan oleh leluhur kita terkikis secara tragis. Begitu banyak kearifan-kearifan yang diturunkan secara turun-temurun dari zaman ”batu nyaris habis pada generasi ”optic” dan ironisnya tanpa disadari kita berada di dalamnya bahkan kita mungkin punya andil dalam upaya pengikisan tersebut. Lihatlah bagaimana perilaku anak terhadap orang tua di zaman super modern ini ? Hampir tidak ada sekat, tidak ada ewuh pakewuh ( meminjam istilah orang Jawa ), anak tidak lagi hormat pada orang tuanya. Dalam budaya Sulawesi pada umumnya yang saya pahami dan ini normatif dalam budaya ke-Indonesia-an kita saya kira, penghormatan terhadap orang tua adalah segalanya, satu tingkat di bawah penghormatan kita kepada Sang Khalik. Ada satu analogi yang secara ”satire” dipesankan oleh orang-orang tua kita dulu bahwa ” Jangan Pernah Memotong Bayangan Orang Tua”, dengan bahasa verbal dapat dikatakan bahwa saking hormatnya kita pada orang tua sampai bayang-bayangnya pun tidak boleh kita lintasi. Analogi arif ini sangat sarat makna begitu terhormatnya ”orang tua” terlepas dari orang tua yang melahirkan dan tidak melahirkan kita. Mari menyayangi dan menghormati orang tua - seperti dalam ”Doa Ayah Ibu” ( ini istilah anak saya pada doa RABBI QHAFIRLI .... ) yang selalu kita lafaskan sejak kecil - agar anak-anak kita kelak juga menyayangi dan menghormati kita.

Allah SWT, Raja Manusia berkata :
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. ( Q.S. Al Israa’ : 23 )
posted by Heru Hastowo @ 11:25 AM   0 comments
NgomPres ( Ngomong Capres )

Menarik menyimak perbincangan bertajuk Cover Story di sebuah Stasiun Televisi yang menurut saya cerdas dan mencerdaskan dengan program-programnya di tengah kepungan sinetron yang sangat jauh dari nalar. Acara berdurasi satu jam dikurangi commercial break time itu membahas Capres dari Generasi Muda. Mungkin akhir-akhir ini mata kita dijejali dengan iklan-iklan personal para kandidat presiden, ada yang terangan-terangan ada pula yang malu-malu dengan kemasan yang nyaris sama, menjual harapan akan Indonesia yang lebih baik, sebut saja Prabowo, Rizal Mallarangeng, Sutrisno Bachir dan lain-lainnya. Munculnya para generasi muda ini di lain sisi saya melihatnya sebagai kegelisahan kaum muda terhadap stagnasi Leadership Reform sejak runtuhnya Orde Baru sebagai personifikasi dari Soeharto, sejak Soeharto jatuh praktis kita hanya disodori dengan nama-nama yang hanya reduplikasi dari tahun tahun sebelumnya bahkan sampai sekarang, Megawati, Amien Rasi, Wiranto, Akbar Tanjung, Gus Dur, spectrum sosok pemimpin begitu sempitnya, hal ini yang mendasari kaum muda untuk maju mengambil alih kepemimpin di Negara yang carut-marut ini. Dari perspektif lain kemunculan para tokoh muda menurut saya bisa jadi hanya euphoria atas munculnya sosok Barrack Obama di Amerika Serikat yang memenangi konvensi sebagai Capres dari Partai Demokrat, bisa dikatakan ini adalah OBAMA’s EFFECT, dampak dari kemenangan Obama menjalar jauh melintasi lautan luas sampai ke Indonesia, maka munculnya nama-nama tokoh muda seperti yang saya sebutkan di atas. Terlepas dari hipotesa ini, tentu harapan kita semakin banyak yang menjadi Capres semakin banyak alternative pilihan, pilihan ada di tangan kita, pun jika kita memutuskan untuk tidak memilih.

Suatu malam, anak saya dengan polosnya bertanya : “ siap itu dad ? “ ketika melihat iklan Rizal Mallarangeng, dengan santainya saya jawab : “Itu Calon Presiden”, terlepas dari dia mengerti atau tidak, pertanyaan yang sama muncul ketika dia melihat iklan Prabowo dengan para petani dan kembali saya jawab dengan jawaban yang sama, setelah itu muncul iklan sepeda motor yang bisa merobek celana saking kencangnya yang dibintangi oleh seorang comedian. Anak saya kembali bertanya :
“ dad, Komeng calon Presiden jugakah? “ Jawaban saya ; Iya kali …….

Intinya, kita butuh pemimpin yang bisa amanah memegang sumpah dan janjinya bahwa niatnya hanyalah demi kesejahteraan orang banyak.

Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,( Q.S. Al Anbiyaa’ : 73 )
posted by Heru Hastowo @ 11:23 AM   0 comments
Saya Adalah . . .

" Lelaki Kecil dari Kota Kecil di Sudut Kalimantan bagian Timur, Suami dan Ayah dari seorang isteri dan dua orang titipanNYA. Saya hanya manusia biasa yang berusaha menggunakan hati,pikiran dan rasa dalam meniti hidup yang semakin tidak jelas ini sehingga semua yang ada di dalam halaman ini hanyalah wujud dari berfungsinya ketiga elemen itu. "

Menu Hari Ini
Menu Lalu
Klik Juga
oggix.com : <a href=http://oggix.com> Free Shoutbox & Complete Blog Tools</a>
yang lagi liat :
page counter