
Hari ke-empat puasa, masih seperti kemarin puasa pada hakekatnya adalah Imsak ; menahan dan menyapih. Makanan yang halal untuk sementara kita sapih, kita sisihkan sampai batas waktunya, bahkan berhubungan dengan isteri atau suami kita, sesuatu yang sesungguhnya bernilai ibadah untuk sementara waktu dengan sabar kita sapih, kita tahan nafsu itu semua karena ibadah. Ibadah puasa kita sepanjang hari adalah menahan, sehingga apabila kita berbuka puasa dengan menu yang lebih luar biasa dari biasanya sesungguhnya kita belum bisa menahan, jika menu sahur kita memenuhi meja makan
sampai tak terhitung jumlahnya, itu berarti kita belum mampu mengejawantahkan hakekat puasa itu tadi. Bulan Suci Ramadhan memberi kita ruang untuk tafakkur sekaligus melatih kita menahan diri dari segala macam pernak-pernik duniawi. Semoga Ramadhan ini milik kita dan puasa yang kita tunaikan tiap hari tidak sekedar menahan lapar dan haus. |