.:Lelaki Kecil dari Kota Kecil:.

Segala yang kudengar, kurasa, dan kulihat ........

 

Heru Hastowo
Allahumma inni As-alukaa ridhaaka wal jannah ...
Afiliasi

Free Blogger Templates

BLOGGER

Tawuran
Friday, November 07, 2008
Hal yang memalukan itu terjadi lagi, lagi dan lagi. Tawuran antar mahasiswa dan lagi-lagi antar mahasiswa Universitas Muslim Indonesia ( UMI ) Makassar, tidak usah kita berbicara tentang apa penyebabnya dan berapa korbannya akibat tawuran tersebut.
Kebanggaan yang berlebihan terhadap komunitas ( Community Esteem ) seringkali berekses pada perbuatan menyimpang seperti tawauran ini. Kasus di UMI menurut saya tidak lebih dari kebanggaan yang berlebihan terhadap komunitas itu tadi, bangga terhadap fakultasnya, bangga terhadap organisasi dan bangga terhadap kolektifitasnya sehingga melihat yang lainnya menjadi kecil dan tidak ada apa-apanya ( ini istilah anka Makassar ). Kebanggaan ini diwariskan secara turun temurun dari senior ke yunior begitu seterusnya sehingga apapun penyelesaiannya tidak akan meredakan ”fanatisme” buta tersebut.
Apa yang saya rasakan melihat pemberitaan di media tentang tawuran itu ? Satu kata ; MALU. Saya malu karena itu terjadi di Makassar, saya malu karena itu dilakukan oleh mahasiswa, saya malu karena itu dilakukan oleh sebuah universitas dengan embel-embel ”Muslim”, saya malu karena tawuran ini akan semakin membuat saya, anda, kalian dan kita alumni dari Makassar ( terlepas alumni dari Universitas mana ) terstigmakan sebagai produk dari sebuah budaya bernama tawuran walaupun mungkin saya, anda, mereka, kalian dan kita tidak pernah ikut terlibat di dalamnya.
Saya pernah merasakan masa-masa sulit sebagai imbas dari tawuran ini, saya ingat persis Tahun 1993 awal saya masuk sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin setahun setelah tragedi ”black september” terjadi dimana pembakaran kampus. Saat itu sweeping kartu mahasiswa sering dilakukan oleh Mahasiswa Teknik demikian pun dengan lawannya Mahasiswa Ilmu Sosial.
Andai saja mahasiswa yang tawuran itu tahu bahwa kehidupan yang sebenarnya bukan saat menjadi mahasiswa tetapi kehidupan itu baru dimulai tatkala gelar sarjana itu diraih mereka pasti akan berlomba-lomba meningkatkan kompetensi dirinya, mengasah kemampuan, memperluas jaringan, belajar dan terus belajar agar ilmu yang didapatkan dapat sesegera mungkin diaplikasikan di dunia kerja.
Pantai Losari yang indah berhias Sunset, PSM Makassar yang melegenda dengan Ramang-nya, tari Pakarena yang gemulai, Anging Mamiri yang merdu, Coto Makassar yang menggoyang lidah, Benteng Somba Opu peninggalan Belanda yang masih kokoh, Sultan Hasanuddin yang gagah berani, Lapangan Karebosi yang terang benderang di malam hari adalah sebagian dari ikon dan Land Mark Kota Makassar tetapi ikon itu semakin bertambah dengan budaya memalukan bernama Tawuran.
Mahasiswa Makassar tawuran lagi dan pada akhirnya saya MALU.
posted by Heru Hastowo @ 12:55 PM   0 comments
Saya Adalah . . .

" Lelaki Kecil dari Kota Kecil di Sudut Kalimantan bagian Timur, Suami dan Ayah dari seorang isteri dan dua orang titipanNYA. Saya hanya manusia biasa yang berusaha menggunakan hati,pikiran dan rasa dalam meniti hidup yang semakin tidak jelas ini sehingga semua yang ada di dalam halaman ini hanyalah wujud dari berfungsinya ketiga elemen itu. "

Menu Hari Ini
Menu Lalu
Klik Juga
oggix.com : <a href=http://oggix.com> Free Shoutbox & Complete Blog Tools</a>
yang lagi liat :
page counter